Member Of

Member Of

Like Untuk Bergabung

Minggu, 22 Mei 2011

Hutan Lolo Alle Terancam Punah

Kawasan Hutan Lolo Alle, Desa Weekombak, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, terancam punah. Hampir setiap hari terjadi penembangan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Untuk mengatasi hal ini, pihak kecamatan bersama Polsek Waimangura dan Polhut Dinas Kehutanan Sumba Barat Daya melakukan patroli rutin ke wilayah hutan tersebut.


Bahkan dalam operasi dua malam terakhir Jumat (6/4/2011) dan (Kamis, 5/5/2011), petugas berhasil mengamankan 50-an kubik kayu dalam kawasan hutan tersebut.


Camat Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, Drs. Petrus Ngongo Lede, menyampaikan hal itu kepada Pos Kupang di kantornya di Waimangura, Sabtu (14/5/2011).


Petrus  menjelaskan, kegiatan patroli pengamanan kawasan Hutan Lolo Alle  merupakan patroli rutin/biasa sekaligus mencegah warga yang hendak menebang kayu dalam kawasan itu.


Saat patroli, pihaknya berhasil mengamankan puluhan kubik kayu olahan yang siap dijual. Hal itu berkat laporan warga sekitar kawasan hutan.


Menurutnya, untuk mencegah aksi nekat warga membabat pohon di kawasan hutan itu, selain pemerintah melakukan sosialisasi akan pentingnya menjaga kelestarian hutan, juga mengadakan patroli gabungan karena tidak semua warga menerima keinginan baik pemerintah.


Hal itu dapat terlihat setelah sosialisasi masih  terjadi aksi penebangan pohon. Anehnya, setelah banyak warga ditangkap, oknum warga lainnya masih nekat melakukan hal yang sama.


Karena itu, ia berharap semua komponen masyarakat di Desa Weekombak dan masyarakat di Kecamatan Wewewa Barat umumnya proaktif untuk menjaga keselamatan kawasan hutan Lolo Alle.


Sumber : Pos Kupang

Sabtu, 21 Mei 2011

Sejuta Harapan Sang Bupati

Siang itu, suasana kantor Bupati Sumba Barat Daya begitu terik. Namun tak menghentikan langkah Berita Daerah untuk terus melangkah memasuki ruangan kantor orang yang cukup berperan di Sumba Barat Daya tersebut. Semangat sang Bupati untuk memajukan daerah tersebut cukup menjadi perbincangan menarik siang itu.

Sekitar pukul 12.30, kami melangkah ke ruangan nyaman bersofa empuk. Di sanalah  dr. Kornelius  Kodi Mete, yang menjabat sebagai Bupati Sumba Barat Daya  menjalani pekerjaannya sehari-hari.

Pria kelahiran Karoso, 3 Mei 1963 itu tampak serius dalam menanggapi setiap perbincangan tentang perjalanan dirinya dalam memajukan daerahnya.

Setiap kepala daerah menginginkan masyarakatnya maju. Hal itu pula yang ingin diwujudkan oleh Kodi.

Visi dan misi Kodi cukup sederhana, namun penuh dengan sejuta harapan. Ia membawa slogan untuk mewujudkan masyarakat Sumba Barat Daya yang maju, berdaya saing, demokratis dan sejahtera. Ia juga ingin mewujudkan pemerintahan yang demokratis dan akuntabel, dan mewujudkan kehidupan masyarakat Sumba Barat Daya yang sejahtera.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kodi menyadari bahwa perlunya sarana dan prasarana yang memadai.


Kembangkan pariwisata dan pertanian


Keindahan daerah Sumba Barat Daya memang tak kalah menawan dibanding daerah lainnya. Jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Seperti Bali misalnya.

Sumba Barat Daya memiliki potensi pariwisata yang menarik. Apalagi kalau bukan pantainya yang cantik.

Salah satunya Pantai Kita atau Mananga Aba. Sengaja dikatakan pantai kita supaya hampir sama dengan pantai kuta di Bali.

Pantai ini memiliki bentangan garis pantai sepanjang 10 km dan terdiri dari pasir putih dengan air lautnya yang jernih.  Selain itu masih ada lagi pantai Weekurri, pantai Rate Garo dan pantai Tosi.

Keanekaragaman pantai nan cantik jelita menjadi investasi paling menguntungkan bagi Kodi di daerahnya.

“Pariwisata Sumba Barat Daya  bukanlah hal yang tidak mungkin dapat dkembangkan seperti Bali. Daerah kami kaya akan wisata budaya, seperti kampung adat yang masih asli, pesisir pantai yang indah dan adat budayanya,” tutur Kodi.

Tak mau ketinggalan dengan daerah lain, setiap tahun, kabupaten ini memiliki pesta rakyat unik bernama “Pasola”.

Budaya yang mengedepankan adu kuda di sana, cukup menarik minat banyak wisatawan. Biasanya festival ini berlangsung pada bulan Februari dan Maret tiap tahunnya.

Karakter orang Sumba yang memperlakukan tamu seperti raja, juga menjadi daya pikat lain ketika para wisatawan berkunjung ke sana. Hal ini juga yang kemudian dilirik oleh sang Bupati menjadi potensi selanjutnya.

“Orang sumba tidak akan segan-segan memasak beras yang mereka miliki untuk menjamu tamu itu. Bahkan akan meyembelih ayam mereka.” Jelasnya.

Karena itu, saat ini ia ingin membangun kembali prilaku masyarakat wisata. Ia dan jajarannya bersiap untuk membangun ketersediaan air dan MCK di kampung-kampung .  Hal tersebut bertujuan supaya ketika ada wisatawan yang datang ke kampung-kampung adat merasa senang.

Selain pariwisata, daerah ini memiliki potensi lain yang terlihat begitu menjanjikan, diantaranya  adalah komoditas hasil pertanian.

Penduduk Sumba Barat Daya yang didominasi oleh petani, menumbuhkan semangat bagi Kodi agar mereka nantinya mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri.

“Rata-rata petani tradisional tidak tamat SD. Maka saya mendorong mereka untuk membangun desa. “ katanya.

Nantinya  juga akan diterapkan juga kerja pintar pada para petani supaya hasilnya akan lebih optimal. Hal ini sudah mulai terlihat dimana hasil pertanian sudah mulai meningkat.

Beberapa komoditas hasil pertanian, seperti pisang, ternyata cukup menjanjikan. Setiap minggu, pisang dikirim dalam bentuk gelondongan ke beberapa daerah, seperti Bima, Surabaya, dan daerah lainnya.

“Andaikan SDM masyarakat sudah lebih baik, pisang itu akan dibuat keripik dan minuman yang nilai ekonominya sudah pasti akan lebih tinggi. Tapi itu mimpi berikutnya. “ katanya sambil tertawa.

Selain petani, masyarakat Sumba Barat Daya juga memiliki mata pencaharian sebagai peternak. Tak jarang, pencurian ternak pun kerap terjadi.

Untuk melihat dan mendapatkan kembali ternaknya yang telah dicuri, orang harus  membayar mahal. Dan biasanya terjadi keadaan yang tidak aman.

“Ini saya namakan menindas orang lain. Para kepala desa dan kecamatan saya ajak untuk mendaftarkan nama-nama orang yang sering membuat kerusuhan. Lama kelamaan keadaan menjadi membaik. Mari Orang baik bergabung dengan orang baik! Itulah ajakan saya kepada masyarakat. Karena tugas pemerintah adalah membuat orang menjadi lebih baik.” Tuturnya.

Alhasil, sejak saat itu, pencurian ternak pun jarang terjadi.

Ingin mengentaskan kemiskinan

Perjalanan karir Kodi bisa dibilang mulus. Usai meraih gelar sebagai Sarjana di Universitas Gadjah Mada tahun 1989, ia berkarir sebagai dokter di Puskesmas.

“Menjadi dokter memberikan saya kesadaran bahwa untuk melayani masyarakat haruslah penuh kasih, dan tanpa pamrih. Itu juga yang menjadi tolak ukur kesuksesan saya sampai detik ini.” Katanya.

Ia pun lalu menjadi Kepala Puskesmas Waroraka dan    Kepala Puskesmas Purweri. Lalu, ia sempat menjabat Direktur RSUD BA’ A Roto, Kab Rote Ndao, dan   Direktur RSUD Waikabubak, Kab. Sumba Barat.

Tahun 2008, Kodi lantas terpilih sebagai   Bupati Sumba Barat Daya periode 2008-2013.

Berbagai kesulitan dilaluinya sedikit demi sedikit. Kodi merasakan perbedaan karakter yang terjadi pada anak buahnya menjadi satu hambatan kecil.

“Ada yang bersemangat melakukan tanggung jawabnya dan ada yang belum optimal.  Harus mencari jalan terbaik  supaya tidak mengakibatkan reduksi.  Yaitu dengan menerapkan jiwa organisasi dari tingkat desa sampai kecamatan. Selain itu memberikan “reward” pada desa/kecamatan yang berhasil.” Demikian solusinya.

Namun, Kodi memiliki mimpi lain untuk memajukan daerahnya. Ia ingin mengentaskan kemiskinan di sana.

“Untuk mengentaskan kemiskinan, masyarakat desa harus dapat memenuhi 4 kebutuhan dasar, yaitu desa berair, desa bercahaya, desa berkecukupan pangan dan desa yang tertib dan aman.” Tuturnya.

Kodi juga berharap agar pariwisata di Sumba Barat Daya berkembang, agar dapat meningkatkan APD, sehingga banyak lapangan kerja yang terbuka.

“Saya ingin banyak orang datang ke sini dan pulang dengan puas bahkan kalau memungkinkan  mereka dapat tinggal disini. Dan terus memotivasi masyarakat Sumba Barat Daya untuk tetap bekerja. Karena orang yang tidak bekerja tidak akan mendapatkan makanan.” Katanya.

Sejuta lakon diperankan Kodi dalam perjalanan karirnya. Mulai dari menjadi dokter hingga menjabat sebagai Bupati. Semua ia lakukan dengan penuh ketulusan. Karena Kodi percaya, melayani tanpa pamrih merupakan hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Sumber : http://beritadaerah.com/journal/success/21928

DPRD Desak Tindak Oknum KRPH

Anggota DPRD Sumba Barat Daya (SBD), Rafael Djapa Ole mendesak Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan SBD menindak oknum KRPH Kawasan Hutan Bukembero ataupun oknum lainnya di Kecamatan Kodi Utara yang diduga memiliki peran besar menghabisi hutan di wilayah itu.

Bahkan  kuat dugaan kayu papan jati sebanyak 3,5 kubik yang ditahan aparat Polsek Loura, pekan lalu tak luput dari peran oknum KRPH dan oknum lain di kawasan hutan Bukembero.
Rafael Djapa Ole menyampaikan hal itu kepada Pos Kupang di Gedung  DPRD SBD di Tambolaka. Menurutnya, persoalan kerusakan  kawasan Hutan Bukembero di Kecamatan Kodi Utara telah disampaikan dalam sidang DPRD SBD dengan pemerintah belum lama ini.

Bahkan dalam sidang itu, demikian Rafael, dewan telah meminta Kadis Kehutanan segera mencopot oknum KRPH karena disinyalir menjadi salah satu pemain. Sayangnya sampai sekarang yang bersangkutan masih bertugas. Padahal informasi yang diterima oknum itu telah ditugaskan ke wilayah lain. Tapi realitas lapangan yang bersangkutan tetap menjalankan tugas sebagai KRPH.

DPRD SBD dan pemerintah harus jujur mengatakan yang sebenarnya bahwa Hutan Bukembero nyaris gundul. “Mengapa tidak ada sikap terhadap oknum yang diduga bermain menghabisi hutan. Mengapa harus dipelihara? Ada apa ini? Berkaitan dengan kasus penangkapan 3,5 kubik kayu papan jati yang diangkut Stefen Dowa dengan truknya yang kini diamankan di Polsek Loura tetap harus diproses hukum hingga tuntas. Sebab dugaan pelaku yang sama sering ditangkap mengangut kayu ilegal tapi tetap bebas setelah menjalani proses pemeriksaan di kepolisian. Selaku wakil rakyat kita akan terus memantau perkembangann penanganan kasus penangkapan kayu ilegal itu,” ujarnya.

Dia mendesak aparat Polsek Loura sungguh-sungguh serius menuntaskan kasus itu dengan memroses seluruh oknum yang diduga turutserta membawah kayu itu

Sumber : Pos Kupang

Kamis, 12 Mei 2011

Proposal dari Webar Masih Diverifikasi

Sampai saat ini, proposal yang diajukan kelompok masyarakat Desa Marokot, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), untuk mendapatkan dana Program Desa Mandiri Anggur Merah, masih diverifikasi. Diharapkan proposal yang ada lengkap dan pertengahan bulan ini (Mei 2011), dana sudah bisa dicairkan.

Kebanyakan kelompok warga di desa itu memilih usaha ternak kecil, seperti babi, kambing, ayam dan sejenisnya. Hal itu mengingat lahan warga sangat terbatas.
Demikian diutarakan Camat Wewewa Barat (Webar), Drs. Petrus Ngongo Lede ketika ditemui di kantornya di Waimangura, Selasa (10/5/2011).

Dia menjelaskan, penetapan Desa Marokot sebagai desa sasaran program Desa Mandiri Anggur Merah karena kondisi kehidupan warga di desa itu masih sulit dibandingkan kondisi desa-desa lain. Dia berharap program Desa Mandiri Anggur Merah dapat meningkatkan perekonomian warga Desa Marokot.

Pemilihan Desa Marokot sebagai salah satu desa penerima program tersebut, juga dengan harapan agar ada kesepakatan bersama menggunakan sebagian dana untuk pembangunan jaringan air minum bersih. Sebab air bersih masih sangat sulit diperoleh di desa itu. Pada musim kemarau, warga mengandalkan air minum dari batang pisang. Tidak ada sumber air  sekitar Desa Marokot.

Selain itu, Desa Marokot dalam tahun anggaran 2011 memperoleh alokasi dana desa (ADD) Rp 100 juta.
“Saya berharap tenaga sarjana pendamping kelompok masyarakat bekerja  profesional agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana. Dalam bulan Mei ini alokasi dana program ini bisa cair karena  proposal kelompok hampir rampung,” jelasnya

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD