Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 23 Februari 2011

16 Ribu Warga Kodi Nikmati Air Bersih

Sebanyak 16.000 warga Desa Waila Bubur, Kori, Homba Karipit dan Desa Hoha Wungo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, sejak 13 Januari 2011 menikmati air bersih yang dihasilkan melalui   Pro Air bersama masyarakat empat desa tersebut.

Lembaga Pro Air merupakan sebuah wadah kerja sama Pemerintah RI dengan Pemerintah Jerman yang bergerak di bidang penyediaan sarana air bersih menghabiskan dana Rp 26 miliar untuk membangun sarana air bersih bagi warga Kodi Utara.

Demikian Distric Coordinator ProAir Sumba Barat Daya, Petrus Kanaf, saat ditemui  di sela menghadiri acara rapat bersama pembahasan dan pengesahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Badan Pengurus Pengelola Sarana Air Minum Bersih Wai Kanuru Mopir dengan warga empat desa di aula Kantor Kecamatan Kodi Utara, Senin (21/2/2011).

Dikatakannya, pengerjaan sarana air bersih di Kecamatan Kodi Utara  berlangsung selama lima tahun sejak tahun 2006  menghabiskan dana kurang lebih Rp 26 miliar. Metode pendampingan masyarakat dan pengenalan program ini sedikit berbeda dibandingkan program kerja yang berlangsung selama ini.

Biasanya program datang dari atas (top down) dan dikerjakan kontraktor tanpa melibatkan masyarakat secara aktif. Namun program ini warga turut serta mengerjakannya.
Jika masyarakat kurang dilibatkan menyebabkan kurang adanya rasa tanggung jawab warga pasca  pengerjaan proyek.
Akibatnya, proyek cepat rusak  karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab seperti merusak pipa sehingga air tidak bisa mengalir sampai tujuan.

Menyadari hal itu, lembaga ProAir mengubah pola pendekatan top down dengan mengajak masyarakat secara bersama-sama membangun air minum bersih mulai tahapan perencanaan, pengerjaan, pengawasan dan evaluasi.

"Setiap desa didampingi seorang motivator ProAir guna membangkitkan semangat warga menerima dan mengerjakan proyek. Awalnya sedikit kendala karena masih adanya pro kontra warga menyambut program ini. Namun berkat pendampingan intensif, semua warga menerimanya. Untuk  melanjutkan pekerjaan pembangunan sarana air bersih, maka setiap warga diharuskan mengumpulkan dana kas desa untuk pemeliharaan pasca  pengerjaan proyek. Tanpa dana tersebut, tak mungkin ProAir mengerjakannya. Langkah itu diambil sebagai suatu upaya menyadarkan warga merasa memiliki dan bertanggung jawab atas sarana air bersih yang telah dibangun," jelasnya.

Kanaf menjelaskan, langkah itu cukup sukses dimana dalam waktu tiga bulan, ke-4 desa cakupan penerima program air bersih berhasil mengumpulkan dana Rp 511  juta.
Untuk mengatur teknis pengelolaan air minum bersih, demikian Kanaf, pihaknya memfasilitasi pembentukan organisasi pengelola air bersih, yakni Badan  Pengurus Sarana Air Bersih Wai Kanuru Mopir.

"Rapat bersama badan pengurus air minum bersih dan masyarakat empat desa hari, Senin (21/2/2011)  dalam rangka membahas aturan main (AD/ART) yang harus disepakati menjadi aturan dalam pengelolaan air minum bersih Kecamatan Kodi Utara. Mudah-mudahan rapat cepat selesai dan membuahkan hasil memuaskan

Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD