Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 28 Oktober 2010

Menjadikan SBD sebagai pintu masuk pariwisata di Pulau Sumba

TAMBOLAKA, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu program ungulan di daerah itu setelah pertanian, pendidikan, dan kesehatan. Upaya itu dilakukan agar menjadikan SBD sebagai pintu masuk pariwisata di Pulau Sumba.


Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten SBD, Antonius Umbu Zaza, mewakili Bupati SBD Kornelis Kode Mete, ketika bertatap muka dengan tim fam trip dari Kupang di Hotel Sinar, Tambolaka, beberapa hari lalu. Tim itu terdiri dari 10 orang wartawan media cetak dan elektronik yang bertugas di Kupang, dipimpin Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) NTT, Yohanes Buang, bersama beberapa stafnya.


Umbu Zaza mengatakan, Kabupaten SBD baru berusia tiga tahun setelah dimekarkan dari induknya, Sumba Barat, pada bulan Mei 2007. Namun, dalam kurun tiga tahun itu, perkembangannya cukup pesat.
Dikatakannya, obsesi Pemerintah Kabupaten SBD saat ini adalah menjadikan daerah itu sebagai pintu masuk pariwisata di empat kabupaten di Pulau Sumba, yakni SBD, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.

Upaya yang dilakukan saat ini dan akan terus berlanjut adalah membangun berbagai sarana dan prasarana pendukung menuju seluruh objek wisata di SBD. Objek wisata yang pantas dijual di daerah itu adalah wisata budaya, wisata alam, dan wisata rohani.

Untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, menurut Sekda, pemerintah pada empat kabupaten di Sumba, yakni SBD sendiri, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur, telah bersinergi membangun jalan lingkar luar. Selain itu juga keempat kabupaten tersebut menandatangani memorandum of understanding (MoU) di sektor pariwisata dan keamanan.

Dalam kaitannya dengan menjadikan SBD sebagai pintu masuk pariwisata di Sumba, Umbu Zaza mengatakan, pemda setempat tengah membenahi berbagai sarana dan prasarana untuk menggapai obsesi tersebut.

Pembenahan utama yang sedang dilakukan adalah mendukung sepenuhnya pembangunan Bandara Tambolaka yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan RI dan juga pelabuhan laut di Waikelo. Pembenahan pelabuhan itu terus dilakukan karena Pemerintah Kabupaten SBD juga berobsesi membangun “segi tiga emas pariwisata”. Pemda berupaya mendorong pihak swasta untuk pengadaan kapal cepat guna mendukung obsesi segi tiga emas ini.

Wisatawan bisa menggunakan jasa kapal cepat menuju SBD melalui Pelabuhan Waikelo. Setelah berkunjung ke Pulau Sumba, mereka akan kembali melalui Waikelo menuju Bima, NTB, selanjutnya ke Mataran dan Bali. Demikian pula sebaliknya. Bersama tiga kabupaten lainnya di Pulau Sumba, menurut Umbu Zaza, mereka terus bersinergi membangun seluruh objek wisata di daerah masing-masing dengan harapan, memancing wisatawan berkunjung dan berada di Pulau Sumba minimum lima hari.

Dijelaskannya, potensi pariwisata di SBD antara lain wisata budaya berupa kampung-kampung adat, batu kubur berusia hingga ratusan tahun, dan atraksi budaya pasola. Wisata alamnya juga terbilang banyak dan ada wisata rohani.

“Untuk wisata rohani, kita sekarang sedang melacak titik-titik sentral gereja-gereja dan masjid-masjid tua. Kita inventarisasi dan gali awal mula pembangunannya dan kemudian kita kemas secara baik untuk bias dijadikan wisata rohani,” katanya.

sumber : suarakarya-online.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD