Member Of

Member Of

Like Untuk Bergabung

Kamis, 28 Oktober 2010

Menjadikan SBD sebagai pintu masuk pariwisata di Pulau Sumba

TAMBOLAKA, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu program ungulan di daerah itu setelah pertanian, pendidikan, dan kesehatan. Upaya itu dilakukan agar menjadikan SBD sebagai pintu masuk pariwisata di Pulau Sumba.


Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten SBD, Antonius Umbu Zaza, mewakili Bupati SBD Kornelis Kode Mete, ketika bertatap muka dengan tim fam trip dari Kupang di Hotel Sinar, Tambolaka, beberapa hari lalu. Tim itu terdiri dari 10 orang wartawan media cetak dan elektronik yang bertugas di Kupang, dipimpin Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) NTT, Yohanes Buang, bersama beberapa stafnya.


Umbu Zaza mengatakan, Kabupaten SBD baru berusia tiga tahun setelah dimekarkan dari induknya, Sumba Barat, pada bulan Mei 2007. Namun, dalam kurun tiga tahun itu, perkembangannya cukup pesat.
Dikatakannya, obsesi Pemerintah Kabupaten SBD saat ini adalah menjadikan daerah itu sebagai pintu masuk pariwisata di empat kabupaten di Pulau Sumba, yakni SBD, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.

Upaya yang dilakukan saat ini dan akan terus berlanjut adalah membangun berbagai sarana dan prasarana pendukung menuju seluruh objek wisata di SBD. Objek wisata yang pantas dijual di daerah itu adalah wisata budaya, wisata alam, dan wisata rohani.

Untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, menurut Sekda, pemerintah pada empat kabupaten di Sumba, yakni SBD sendiri, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur, telah bersinergi membangun jalan lingkar luar. Selain itu juga keempat kabupaten tersebut menandatangani memorandum of understanding (MoU) di sektor pariwisata dan keamanan.

Dalam kaitannya dengan menjadikan SBD sebagai pintu masuk pariwisata di Sumba, Umbu Zaza mengatakan, pemda setempat tengah membenahi berbagai sarana dan prasarana untuk menggapai obsesi tersebut.

Pembenahan utama yang sedang dilakukan adalah mendukung sepenuhnya pembangunan Bandara Tambolaka yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan RI dan juga pelabuhan laut di Waikelo. Pembenahan pelabuhan itu terus dilakukan karena Pemerintah Kabupaten SBD juga berobsesi membangun “segi tiga emas pariwisata”. Pemda berupaya mendorong pihak swasta untuk pengadaan kapal cepat guna mendukung obsesi segi tiga emas ini.

Wisatawan bisa menggunakan jasa kapal cepat menuju SBD melalui Pelabuhan Waikelo. Setelah berkunjung ke Pulau Sumba, mereka akan kembali melalui Waikelo menuju Bima, NTB, selanjutnya ke Mataran dan Bali. Demikian pula sebaliknya. Bersama tiga kabupaten lainnya di Pulau Sumba, menurut Umbu Zaza, mereka terus bersinergi membangun seluruh objek wisata di daerah masing-masing dengan harapan, memancing wisatawan berkunjung dan berada di Pulau Sumba minimum lima hari.

Dijelaskannya, potensi pariwisata di SBD antara lain wisata budaya berupa kampung-kampung adat, batu kubur berusia hingga ratusan tahun, dan atraksi budaya pasola. Wisata alamnya juga terbilang banyak dan ada wisata rohani.

“Untuk wisata rohani, kita sekarang sedang melacak titik-titik sentral gereja-gereja dan masjid-masjid tua. Kita inventarisasi dan gali awal mula pembangunannya dan kemudian kita kemas secara baik untuk bias dijadikan wisata rohani,” katanya.

sumber : suarakarya-online.com

Selasa, 12 Oktober 2010

KEDE, TEBA DAN MALAM PESTA KEMBANG API ON PICTURE



Romobongan Kede Dari kecamatan - Kecamatan









Gubernur NTT, Bupati SBD (samping Kiri Gubernur NTT), Wakil Bupati SBD (samping Kanan Gubernur NTT)
Gubernur NTT Menerima Romobongan Kede dari Kecamatan



TEBA KARAMBO

Bergoyang menikmati live music sambil menunggu pesta kembang api












Minggu, 10 Oktober 2010

GUBERNUR NTT RESMIKAN PUSPEM SBD

Kadula, Tanggal 10 - 10 - 2010 yang jatuh pada hari minggu akan menjadi hari yang akan dikenang masyarakat Sumba Barat Daya (SBD), karena ditanggal tersebut Gedung Baru kantor Bupati dan kawasan perkantoran yang diberi nama PUSPEM SBD atau Pusat Pemerintahan Sumba Barat daya di Kadula diresmikan oleh  Gubernur Nusa Tenggara Timur Drs. Frans Lebu Raya

ribuan masyarakat dari 8 kecamatan dengan menggunakan Kalambo dan Pawee juga pakaian tenunan daerah sejak pukul 08 :00 WITA sudah mulai berdatangan untuk ikut ambil bagian dalam acara peresmian PUSPEM SBD, lalulintas di kawasan kadula padat bahkan di beberapa titik terjadi kemacetan.

Acara Peresmian PUSPEM SBD diawali dengan atraksi terjun payung yang dilakukan oleh sepuluh anggota Angkata Udara Republik Indonesia(AURI) dan mendarat tepat di lapangan depan gedung baru kantor bupati SBD, ke-sepuluh penerjun payung turun dengan membawa bendera merah putih dan lambang Sumba Barat  Daya. Tepukan tangan dan sorakan masyarakat menyambut pendaratan para penerjun payung. Atraksi dilanjutkan dengan masuknya 200 orang penari dari siswa/i di Sumba Barat daya yang menampilkan tarian massal yang kemudian dikreasikan sehingga membetuk tulisan SBD


Pukul 11;00 WITA Gubernur NTT yang sudah berada di tambolaka sejak sabtu (9/10/2010) meresmikan PUSPEM SBD, dengan menanda tangani Prasasti dan kemudian melepaskan 10 rangkaian balon gas yang masing masing rangkaian terdiri dari 10 buah balon gas juga melepaskan 10 ekor merpati.

Dalam kata sambutannya Gubernur NTT memberikan pujian kepada kabupaten SBD sebagai kabupaten yang mempunyai kemajuan lebih dibandingkan kabupaten pemekaran lain di NTT. Menurut Gubernur NTT, Kawasan PUSPEM SBD di Kadula merupakan kawasan perkantoran yang terbaik se-NTT. Gubernur berpesan kepada masyarakat dan pemerintah SBD, jangan hanya mau berbangga dengan adanya PUSPEM SBD ini namun juga harus mampu memajukan SBD kedepan.

Kesempatan yang sama Gubernur NTT juga meresmikan jalan dua arah menuju PUSPEM SBD menjadi jalan Ir. SOEKARNO. Nama jalan ini dipilih untuk mengenang Proklamator kita juga karena Ir Soekarno terdiri dari 10 huruf.

Ikut hadir dalam peresmian PUSPEM SBD ini, upati & Wakil Bupati se-daratan Sumba, MUSPIDA SBD,  ketua dan wakil ketua serta anggota DPRD SBD, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat, anggota DPD RI Emanuel Babu Eha, Anggota DPR RI Jefri Riwu Kore, ketua dan wakil ketua serta anggota DPRD SBD dan sejumlah MUSPIDA serta Anggota DPRD Propinsi NTT. (snd)

SAKSIKAN PESTA KEMBANG API, RIBUAN WARGA PADATI PUSPEM KADULA

 Jelang peresmian gedung baru kantor bupati dan kawasan perkantoran  / PUSPEM (Pusat Pemerintahan)di Kadula Sumba Barat Daya (SBD), sabtu (09.10/10) malam, kawasan PUSPEM Kadula ramai dipadati ribuan warga SBD. Warga datang untuk menyaksikan pesta Kembang api.

Pesta kembang api merupakan salah satu acara yang disuguhkan PEMDA SBD dalam rangka peresmian gedung baru kantor bupati dan kawasan perkantoran di Kadula. Sejak sore hari warga SBD sudah berbondong-bondong datang ke PUSPEM Kadula dengan menggunakan kendaraan roda empat, roda dua bahkan ada warga yang rela berjalan kaki lebih dari 10 kilometer hanya untuk menyaksikan pesta kembang api.

Sebelum pesta kembang api berlangsung, warga disuguhkan dengan penampilan penyanyi - penyanyi lokal yang menghibur warga sambil menantikan puncak pesta kembang api. Tepat Pukul 22.WITA satu persatu kembang api mulai diluncurkan menghiasi langit Kadula dan berngsung hampir 30 menit.

Lina, salah satu warga dari waimangura mengaku puas dengan acara pesta kembang api karna ini merupakan pertama kali dirinya menyaksikan pesta kembang api, lina berharap acara seperti ini bisa diadakan lagi. Walaupun acara sudah berakhir sejak pukul 23.00 WITA namun banyak warga yang tetap bertahan hingga pukul 01.00 WITA.

Acara pesta kembang api dihadiri juga bupati dan wakil bupati SBD, Sekda juga MUSPIDA SBD(snd)

Sabtu, 09 Oktober 2010

GUBERNUR NTT DAN BUPATI SBD TERIMA KE'DE

Kadula, Sabtu (09/10/10) siang suasana di Kadula Desa Kadipada Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya dipadati masyarakat Sumba Barat Daya (SBD) dari berbagai kecamatan. Meskipun panas menyengat warga tetap setia menunggu giliran untuk Ke'de.

Ke'de merupakan satu rangkaian acara dalam rangka peresmian gedung baru kantor Bupati dan kawasan perkantoran / PUSPEM (Pusat Pemerintahan) SBD di Kadula minggu (10/10/10). Terlihatt di tribun utama Gubernur NTT Drs. Frans Leburaya didampingi Bupati SBD Dr. Kornelis Kodi Mete berserta ibu, juga Wakil Bupati SBD Jack Malo Bulu dan ibu beserta Muspida SBD.


Satu per satu kecamatan bergantian masuk ke pelataran  gedung baru kantor Bupati SBD dengan Nenggo dan Ka'ba (Tarian), setiap kecamatan membawa satu ekor kerbau/sapi dua ekor babi. Setiap kecamatan  yang masuk di terima Gubernur NTT, bupati serta wakil bupati SBD dengan memberikan Pamama winno dan ut'ta (Sirih Pinang).

Setelah delapan kecamatan sudah diterima Gubernur NTT, bupati serta wakil bupati SBD, kemudian dilanjutkan dengan Te'ba (penyembelihan) kerbau. Acara Te'ba diawali dengan Gubernur NTT mengangkat parang (katopo) tanda dimulainya acara Te'ba Jumlah kerbau yang di Te'ba berjumlah 2 kerbau dan 1 babi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Ibadah Oekumene dan malan harinya akan berlangsung pesta kembang api (snd)




GUBERNUR NTT TIBA DI KADULA DENGAN KALAMBO

Tambolaka, Bandar Udara Tambolaka Sumba Barat Daya (SBD) sabtu (09/10/10) siang dipadati warga yang menanti kedatangan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs. Frans Leburaya. Kedatangan Gubernur ke SBD dalam rangka peresmian gedung baru kantor Bupati dan kawasan perkantoran di Kadula Sumba Barat Daya.

Pukul 12.00 WITA Gubernur tiba di Bandara tambolaka dengan terlihat juga dalam rombongan , Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, anggota DPD RI Emanuel Babu Eha,dan Pejabat Propinsi Lainnya,  Gubernur disambut Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya dan sejumlah MUSIDA SBD. Rombongan Gubernur kemudian menuju rumah jabatan Bupati SBD. Di rumah jabatan, Gubernur berganti pakaian dengan Kalambo (pakaian adat Sumba Barat Daya).

Rombongan Gubernur selanjutnya menuju ke Kadula tempat acara berlangsung. sebelum tiba di gedung kantor bupati rombongan Gubernur disambut oleh pasukan berkuda di kampung Kalembu Guro yang kemudian mengarak romobongan gubernur menuju budaran PUSPEM (Pusat Pemerintahan). 

Di budaran PUSPEM rombongan Gubernur kemudian diterima dengan prosesi adat OKA (Dialog Adat) dan pengalungan kain setelah itu dengan tarian penjemputan mengarak romobongan Gubernur menuju panggung kehormatan yang bertempat di depan gedung baru kantor Bupati SBD.

Acara Peresmian gedung baru kantor Bupati dan kawasan perkantoran / PUSPEM (Pusat Pemerintahan) di Kadula sendiri akan dilaksanakan minggu 10 Oktober 2010 Pukul 10.10 WITA. Namun sejak Jumat malam rangkaian acara sudah berlangsung dengan Saiso dan Te'da (snd)

SAISO DAN TE'DA AWALI RANGKAIAN ACARA PERESMIAN DI SBD

 Kadula, Jumat malam (08/10/2010) kawasan Kadula dipadati warga dari berbagai kecamatan di Sumba Barat Daya (SBD) menandakan dimulainya rangkaian kegiatan dalam rangka peresmian gedung kantor bupati dan kawasan perkantoran / PUSPEM (Pusat Pemerintahan) di Kadula, Desa Kadi Pada Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya.
 
Saiso dan Te'da (pantun dengan bahasa daerah diiringi tarian) membuka rangkaian acara. Sejak Pukul 19:00 WITA  warga dari masing masing kecamatan mulai nenggo (Menari) dan Dodo (Menyanyi) dengan bahasa daerah masing masing. Acara Saiso dan Te'da ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Sekertaris Daerah dan SKPD SBD dan juga undangan lainnya dari kalangan pengusaha
.
berdasarkan pantauan MoripaNet Online, sampai jam 11 malam tadi warga masih bertahan di depan kantor bupati SBD, Bahkan ada juga warga SBD yang bekerja di kabupaten lain di pulau sumba juga ikut hadir dan menyaksikan atraksi budaya ini. 

Saiso dan Te'da ini berakhir sabtu (09/10/10) dini hari dan menandakan rangkaian acara telah dimulai yang puncaknya akan dilaksanakan hari minggu (10/10/10) jam 10:WITA. Rencananya sabtu siang rombongan Gubernur akan tiba di SBD dan akan menginap sampai hari minggu.(snd)

SAISO DAN TE'DA ON PICTURE

SAISO DAN TE'DA (Pantun dengan bahasa daerah) juga Nenggo (Tarian) dan Do'do (Nyanyian) mengawali rangkaian acara peresmian kantor Bupati dan Kawasan Perkantoran /  PUSPEM (Pusat Pemerintahan Sumba Barat Daya di Kadula. MoripaNet Online khusus menghadirkan foto - foto selama atraksi budaya ini berlangsung jumat (08/10/10) malam.

Bupati dan Wakil Bupati SBD beserta muspida ikut hadir


Suasana keakraban yang terasa

Masyarakat dari berbagai kecamatan ikut ambil bagian

Saiso dan Te'da

Nenggo dan dodo
Warga ikut ambil bagian menyaksikan atraksi budaya hingga larut malam



Fotografer : Sandro Dandara

Jumat, 08 Oktober 2010

PERKANTORAN SBD PINDAH KE KADULA

Jelang peresmian Kantor Bupati dan kawasan perkantoran / PUSPEM (Pusat Pemerintahan) di Sumba Barat Daya yang akan diselenggarakan 10 Oktober 2010, aktivitas di wilayah Kadula mulai terlihat. Ini karena kantor - kantor dinas yang sebelumya berkantor di wilayah waitabula mulai melakukan pemindahan barang ke kantor baru di Kadula.
Kantor Dinas Kesehatan, Salah Satu Kantor yang sudah melakukan aktivitas di wilayah Kadula

Seperti pemantauan Moripanet Online Kamis 7 Oktober 2010, masih terlihat aktivitas pembenahan kantor baru oleh masing masing dinas. Gedung perkantoran yang yang sudah siap digunakan di Kadula berjumlah enam buah di tambah Gedung kantor Bupati Sumba Barat Daya.

Menurut Informasi yang diperoleh Moripanet Online dari Adi salah seorang pns di SBD, enam Gedung perkantoran tersebut masing-masing nantinya akan digunakan oleh tiga dinas/badan, sambil menunggu kantor lainnya yang saat ini dalam tahap pembangunan, sedangkan untuk dinas/badan lain yang belum mendapatkan ruangan masih berkantor di Weetabula.

Berbeda dengan gedung perkantoran, gedung Kantor Bupati Sumba Barat Daya masih belum terlihat aktivitas pemindahan barang, karena gedung tersebut masih akan digunakan untuk acara peresmian tanggal 10 oktober 2010 mendatang. (snd)


KADULA H-2 MENUJU PERESMIAN

Dua hari lagi tepatnya 10 Oktober 2010, Peresmian Kantor Bupati Sumba Barat Daya dan Kawasan Perkatoran (Pusat Pemerintahan)di Kadula akan berlangsung. Ingin mengetahui suasana H-2 persiapan pelaksanaan peresmian? Berikut kami tayangkan beberapa gambar suasana kadula yang diabadikan tanggal 7 Oktober 2010.

Wajah Baru Kantor Bupati Sumba Barat Daya



Kantor Bupati SBD siap Diresmikan
Kantor - Kantor Dinas/Badan Mulai ditempati
Kantor Dinas Kesehatan SBD di kantor baru
Dinas/Badan menempati Kantor Baru
Membawa Barang masuk ke kantor baru
latihan Persiapan Tarian Massal untuk acara persemian



Fotografer :  Cornelis Bolo

Kamis, 07 Oktober 2010

Merukh Enterprises Lirik Biji Besi di SBD

MERUKH Enterprises melalui anak usahanya PT Sumba Prima Iron (SPI) sepakat membentuk perusahaan patungan bersama perusahaan asal India, Salgaocar Mining Industries Pvt Ltd untuk mengembangkan tambang biji besi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dan Sumba Timur.

Penandatanganan perjanjian pembentukan perusahaan patungan (joint venture agreement/JVA) bersama Salgaocar terjadi pada Selasa (6/7/2010) lalu. Para pihak yang menandatangani perjanjian itu di antaranya President Direktur dan CEO Merukh Enterprises Rudy Merukh, Presiden Direktur dan CEO Salgaocar Gautam Radia, President Direktur PT SPI Nunik Merukh, dan Direktur Merukh Enterprises Gustaaf YN Merukh.

Rudy mengungkapkan, dalam perusahaan patungan tersebut, Salgaocar berhak atas kepemilikan saham sebesar 20 persen, sedangkan PT SPI tetap sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 55 persen. Sementara itu, sekitar 25 persen saham dari tambang bijih besi tersebut dikuasai perusahaan asal Jerman ESG Eisenerz-Stahl GmbH, mitra PT SPI sebelum Salgaocar bergabung.

"Pembentukan perusahaan patungan bersama Salgaocar dilakukan untuk mempercepat eksplorasi dan eksploitasi tambang bijih besi di Pulau Sumba. Dua tim teknis gabungan dari PT SPI dan Salgaocar akan melakukan survei pendahuluan pada Agustus dan diperkirakan akhir 2011 tambang tersebut sudah berproduksi," ujarnya usai penandatangan JVA di Jakarta, Selasa (6/7).

Tambang bijih besi di Pulau Sumba terdiri atas tujuh wilayah Kontrak Karya yang secara langsung dikonversi menjadi wilayah Izin Usaha Pertambangan berdasarkan undang-undang pertambangan No 4 Tahun 2009. Tambang tersebut diperkirakan memiliki cadangan 2,605,560,000 metrik ton bijih besi yang terbentang pada 503 ribu hektar lahan.

Nunik menambahkan, dari tujuh wilayah IUP di Pulau Sumba, pihaknya bersama Salgaocar hanya akan mengelola dua blok tambang bijih besi tersebut. Dua blok tambang bijih besi itu terletak di Kabupaten Sumba Barat Daya yang luas konsesinya 75.010 ha dengan cadangan sebesar 400.040.000 metrik ton dan di Kabupaten Sumba Timur sekitar 114 ribu ha dengan cadangan sebesar 292.170.000 metrik ton. "Dua blok tersebut yang paling strategis untuk dikembangkan karena selain cadangannya besar, investasinya bisa lebih murah karena jaraknya sangat dengan dengan pelabuhan angkut," katanya.

Rudy mengatakan, setelah kontrak karya dua blok tambang biji besi itu ditandatangani dan disetujui menjadi IUP oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, bupati kedua kabupaten, dan perusahaan patungan yang akan dibentuk itu, PT SPI akan menghibahkan saham sebesar 10 persen dalam bentuk golden share masing-masing 5 persen saham kepada pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan 5 pesren saham berikutnya kepada pemerintah Kabupaten Sumba Timur.

Nunik menambahkan, hibah 10% saham kepada Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Timur bermaksud agar pemda berpartisipasi sejak awal dalam mengoperasikan tambang bijih besi tersebut. Dengan memberikan kesempatan tersebut, keberadaan tambang bijih besi itu akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan negara dan daerah sesuai amanat UUD 1945. Selain itu, melalui kepemilihan saham secara hibah tersebut, masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Timur berhak mengontrol dan mengawasi operasi tambang itu melalui wakil-wakil di DPRD bersangkutan.

"Kami akan melakukan pertemuan antara PT SPI, Salgaocar, Gubernur NTT, Bupati, dan DPRD pada September mendatang untuk membahas soal pengelolaan tambang bijih besi tersebut, termasuk rencana menghibahkan saham 10 persen itu kepada kedua Kabupaten," kata dia.

Sumber : http://spiritentete.blogspot.com/

AKSES SEKOLAH PERLU UNTUK ANAK CACAT DI SBD

Selama bulan Juli sampai Agustus 2010 Yayasan Harapan Sumba (YHS) Weetabula Kabupaten Sumba Barat Daya melakukan Handycap project  untuk mendata orang Cacat di empat Desa yang berada Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya. Ke empat desa tersebut yaitu Desa Waimangura, Desa Kabali Dana, Desa Kalembu Weri dan Desa Menne Ate.


Celine Joris saat mendata di  Desa Waimangura
 Celine Joris salah seorang volunteer asal Belgia yang bekerja di YHS sebagai pelaksana Handycap Project mengatakan, dari pendataan tersebut ditemukan banyak anak-anak cacat usia sekolah yang tidak bersekolah. hal tersebut menurutnya dikarenakan akses pendidikan untuk anak-anak cacat ini tidak tersedia di Sumba Barat Daya.

 "Saya bertemu dengan salah satu keluarga di Desa Waimangura yang memiliki tiga orang anak yang tuna wicara dan tuna rungu, sayangnya ketiga anak itu tidak sekolah" ungkap Celine kepada Moripanet Online

Celine Melanjutkan, Alasan anak-anak ini tidak sekolah karna sekolah untuk anak cacat hanya ada di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat yang berjarak lebih dari 20 kilometer dari tempat tinggal mereka.

Celine mengungkapkan, selain persoalan akses sekolah yang jauh ada juga kendala lain yang dihadapi anak-anak cacat di empat desa ini yaitu rasa malu keluarga. Celine menemukan banyak anak-anak yang tidak bersekolah karna orang tuanya malu anaknya akan menjadi cemoohan. Namun celine mensyukuri tidak semua orang tua memperlakukan anaknya demikian.

Menurut Celine, Anak yang cacat fisik tidak berarti mental atau pikirannya juga cacat, karna itu mereka berhak untuk tetap bersekolah karena mungkin salah satu dari mereka memiliki kemampuan atau kecerdasan yang nantinya bermanfaat untuk Kabupaten ini, oleh karena itu orang tua yang malu anaknya bersekolah harus diberikan pengertian.

Celine Berharap, Sumba Barat Daya Sebagai Kabupaten baru bisa memberikan akses pendidikan bagi anak-anak cacat. (snd)
Celine Joris  (Tengah) Mendengarkan Penuturan dari orang tua anak cacat



Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD