Member Of

Member Of

Like Untuk Bergabung

Selasa, 28 September 2010

Tim Dari Pulau Sumba Kandas di Babak Penyisihan Grup

Kupang, Pulau Sumba yang mewakilkan 4 tim sepak bola dari 4 kabupaten harus kandas dalam babak penyisihan grup perebutan Eltari Memorial Cup Kupang 2010. Keempat tim tersebut gagal lanjut keperempat final setelah tidak mampu memperoleh point yang cukup.

Persedaya Sumba Barat Daya yang satu grup bersama tim satu daratan Persesba Sumba Barat di grup B hanya mampu mengumpulkan point 4 selisih satu point dengan runner up grup PS Maritim Manggarai Timur.
Berikut ini data dan agenda tim - tim dari pulau Sumba yang berlaga di Eltari Memorial Cup

Kamis (16/9/2010)
Persewa Waingapu VS Perss SoE 0-0
Persiteng Sumba Tengah VS PS Kupang 0-0

Sabtu (18/9/2010)
Persiteng Sumba Tengah VS Persami Maumere 2-1
Persedaya Sumba Barat Daya VS Persesba Sumba Barat 1-0

Senin (20/9/2010)
PSKK Kota Kupang VS Persewa Waingapu 1-1
Persiteng Sumba Tengah VS Persab Belu 0-0

Selasa (21/9/2010)
PS Maritim Manggarai Timur VS Persedaya Sumba Barat Daya 0-0

Kamis (23/9/2010)
Persena Nagekeo VS Persesba Sumba Barat 3- 0 (Persesba Mogok Main)
Persiteng Sumba Tengah VS Perseftim Flotim 0-3

Sabtu (25/9/2010)
Persena Nagekeo VS Persedaya Sumba Barat Daya 3-1
PS Maritim Manggarai Timur VS Persesba Sumba Barat 3-0 (Persesba mengundurkan diri)

Minggu (26/9/2010)
Persewa Waingapu VS Persim Manggarai 0-0


Sumber : ilovesumba

Sabtu, 25 September 2010

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) BADAN SAR NASIONAL FORMASI TAHUN 2010


P E N G U M U M A N :
Nomor : PENG. 09/ BSN TAHUN 2010
TENTANG
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
BADAN SAR NASIONAL FORMASI TAHUN 2010


Badan SAR Nasional yang merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia pria dan wanita yang memiliki kualifikasi pendidikan S-1, D-III, dan SMK/SMU untukmengikuti Seleksi Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan SAR Nasional Formasi Tahun 2010.

I. PERSYARATAN UMUM
1. Warga Negara Indonesia.
2. Memiliki ijazah S-1, dan D-III baik dari lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), dan apabila berstatus diakui maupun terdaftar harus berijazah ujian negara / terakreditasi.
3. Memiliki ijazah SMK/SMU Negeri atau Swasta yang berstatus diakui.
4. Bagi yang memiliki ijazah S-1, dan D-III diutamakan yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat / TOEFL, dan dapat mengoperasikan Program Komputer Ms. Office.
5. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan
6. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Swasta.
7. Tidak sedang berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri/ Pegawai Negeri / Anggota TNI / POLRI.
8. Berkelakuan Baik.
9. Sehat Jasmani dan Rohani.
10. Bersedia ditempatkan di seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
II. PERSYARATAN KHUSUS
1. Bagi yang memiliki ijazah S-1, D-III, dan SMK yang bukanmelamar sebagai Rescuer, pada tanggal 1 Desember 2010berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas tahun) tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun.
2. Khusus bagi yang memiliki ijazah SMK/SMU YANG MELAMAR SEBAGAI RESCUER, pada tanggal 1 Desember 2010 berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun, dan setinggitingginya berusia 25 (dua puluh lima) tahun.
3. Bagi pelamar sebagai Rescuer, memiliki tinggi badan sebagai berikut:
a. Untuk pelamar pria, tinggi badan minimal 163 cm serta memiliki berat badan normal;
b. Untuk pelamar wanita/perempuan tinggi badan minimal 155 cm serta memiliki berat badan normal.
4. Bagi pelamar sebagai Rescuer, wajib mampu berenang dan apabila dinyatakan diterima sebagai CPNS Badan SAR Nasional wajib menyerahkan Foto copy Sertifikat Renang.
5. Bagi yang berijazah S-1 dan D-III, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 2,75 (dua koma tujuh puluh lima).
6. Bagi yang berijazah SMK/SMU, memiliki Nilai Ijasah sekurangkurangnya rata-rata 6 (enam).
7. Tidak bertato;
8. Tidak bertindik, terkecuali bagi wanita hanya untuk anting/giwang atau pelamar dari daerah tertentu yang dapat dibuktikan karena tuntutan adat;
9. Khusus bagi pelamar sebagai Rescuer, belum menikah dan bersedia tidak menikah hingga diangkat sebagai PNS.
Catatan :
Panitia akan memberlakukan sistem ranking berdasarkan nilai IPK dan Nilai Ijazah tertinggi dan kompetensi lainnya sesuai dengan kebutuhan jabatan untuk menentukan jumlah peserta ujian apabila jumlah pelamar yang memenuhi persyaratan melebihi jumlah peserta ujian yang
ditentukan.

III. FORMASI CPNS BADAN SAR NASIONAL TAHUN 2010 SELENGKAPNYA (TERMASUK KODE KUALIFIKASI PENDIDIKAN, KODE JABATAN YANG DILAMAR SERTA KODE UNIT KERJA YANG DILAMAR) DAPAT DILIHAT PADA LAMPIRAN PENGUMUMAN INI.

IV. KETENTUAN PENDAFTARAN
A. UNTUK LULUSAN S-1, D-III dan SMU/SMK NON RESCUER YANG MELAMAR UNTUK FORMASI KANTOR PUSAT BADAN SAR NASIONAL

1. Untuk lulusan S-1, D-III, dan SMK yang melamar untuk Formasi Kantor Pusat Badan SAR Nasional yang meliputi unit kerja Sekretariat Utama (Biro Perencanaan dan Kerjasama Teknik Luar Negeri, Biro Hukum dan Kepegawaian, Biro Umum, Pusat Data dan Informasi, dan Inspektorat), Deputi Bidang Potensi SAR (Direktorat Sarana dan Prasarna, dan Direktoat Diklat dan Pemasyarakatan SAR), dan Direktorat Bidang Operasi SAR (Direktorat Operasi, dan Direktorat Komunikasi), LAMARAN DIKIRIMKAN KE KANTOR SAR JAKARTA melalui PO BOX 1110-BUSH, serta paling lambat diterima tanggal 4 Oktober 2010 Cap Pos.
2. Berkas Administrasi Lamaran terdiri dari:
a. Surat Lamaran ditulis tangan oleh yang bersangkutan dengan tinta hitam yang ditujukan kepada: KEPALA BADAN SAR NASIONAL Up. Tim Pengadaan CPNS Badan SAR Nasional Formasi Tahun 2010 di Jakarta;
b. Pas Foto berwarna terbaru berlatar belakang merah (untuk S-1) dan berlatar belakang warna biru (untuk DIII dan SMU/SMK), dengan ukuran 3 x 4 sebanyak 2 (dua) lembar;
c. Foto Copy Kartu Pencari Kerja yang masih yang berlaku yang dikeluarkan oleh instansi yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan;
d. Foto Copy Ijazah yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;
e. Foto Copy Transkip Nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sah;
f. Foto Copy Sertifikat Kursus yang pernah diikuti, jika ada;
3. Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas lamaran dan pelamar hanya diperkenankan untukmelamar 1 (satu) jabatan formasi yang tersedia.
4. Pada Amplop Berkas Administrasi Lamaran dicantumkan Kualifikasi Pendidikan beserta Kode Kualifikasi Pendidikan dan Jabatan yang dilamar beserta KodeJabatan Yang Dilamar serta Unit Kerja beserta Kode Unit Kerja yang dilamar pada Bagian Kanan Atas Amplop.
5. Pelamar yang melamar lebih dari satu jabatan formasi yang tersedia, atau tidak mencantumkan Kualifikasi Pendidikan beserta Kode Kualifikasi Pendidikan dan Jabatan yang dilamar beserta Kode Jabatan Yang Dilamar serta Unit Kerja beserta Kode Unit Kerja yang dilamar, dinyatakan gugur dalam Seleksi Administrasi.

B. UNTUK LULUSAN S-1, D-III DAN SMU/ SMK YANG MELAMAR
UNTUK FORMASI PADA KANTOR SAR
1. Pendaftaran hanya dilayani sejak tanggal 20 September s/d 4 Oktober 2010, dan dialamatkan kepada:
a. Kantor SAR Medan, dengan PO BOX 1110 Medan 20131;
b. Kantor SAR Jakarta, dengan PO BOX 1110- BUSH;
c. Kantor SAR Surabaya, dengan PO BOX 116 Sidoardjo;
d. Kantor SAR Denpasar, dengan PO BOX 1093 TBB 80362;
e. Kantor SAR Makassar, dengan PO BOX 14 MSDY;
f. Kantor SAR Biak, dengan PO BOX 238 Biak
g. Kantor SAR Banda Aceh, dengan PO BOX 178 Banda Aceh;
h. Kantor SAR Padang, dengan PO BOX 398 Padang;
i. Kantor SAR Pekanbaru, dengan PO BOX 1384 Pekanbaru;
j. Kantor SAR Tanjung Pinang, dengan PO BOX X Tanjung Pinang;
k. Kantor SAR Palembang, dengan PO BOX 1210 Palembang;
l. Kantor SAR Mataram, dengan PO BOX 204 Mataram;
m. Kantor SAR Semarang, dengan PO BOX 1310/ SM Semarang;
n. Kantor SAR Kupang, dengan KANTOR SAR KUPANG, DENGAN PO BOX 01 KUPANG AIRPORT NTT 85361
o. Kantor SAR Pontianak, dengan PO BOX 7892 Pontianak;
p. Kantor SAR Banjarmasin, dengan PO BOX 1117 Banjarbaru 70700:
q. Kantor SAR Balikpapan, dengan PO BOX 001 Balikpapan;
r. Kantor SAR Kendari, dengan PO BOX 115 Kantor Pos Kendari 93000;
s. Kantor SAR Manado, dengan PO BOX 01 Airmadidi 95371;
t. Kantor SAR Ambon, dengan PO BOX 1024;
u. Kantor SAR Sorong, dengan PO BOX 233 Sorong 98417;
v. Kantor SAR Jayapura dengan PO BOX 291 Sentani Jayapura;
w. Kantor SAR Timika dengan PO BOX 1500;
x. Kantor SAR Merauke dengan PO BOX 185 Merauke;

2. Berkas Administrasi Lamaran terdiri dari:
a. Surat Lamaran ditulis tangan oleh yang bersangkutan dengan tinta hitam yang ditujukan kepada: KEPALA BADAN SAR NASIONAL Up. Tim Pengadaan CPNS Badan SAR Nasional Formasi Tahun 2010 Kantor SAR ........ (diisi sesuai dengan Lokasi Kantor SAR yang dituju/dilamar);
b. Pas Foto berwarna terbaru berlatar belakang merah (untuk S-1), dan berlatar belakang warna biru (untuk DIII dan SMU/SMK) ukuran 3 x 4 sebanyak 2 (dua) lembar;
c. Foto Copy Kartu Pencari Kerja yang dikeluarkan oleh instansi yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan;
d. Foto Copy Ijazah yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;
e. Foto Copy Transkip Nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sah (bagi S-1 dan D-III), nilai Ijazah (bagi SMU/SMK);
f. Foto Copy Sertifikat Kursus yang pernah diikuti, jika ada.
3. Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas lamaran dan pelamar hanya diperkenankan untuk melamar 1 (satu) jabatan formasi yang tersedia.
4. Pada Amplop Berkas Administrasi Lamaran dicantumkan Kualifikasi Pendidikan beserta Kode Kualifikasi Pendidikan dan Jabatan yang dilamar beserta Kode Jabatan Yang Dilamar serta Unit Kerja beserta Kode Unit Kerja yang dilamar pada Bagian Kanan Atas Amplop.
5. Pelamar yang melamar lebih dari satu jabatan formasi , atau yang tidak mencantumkan Kualifikasi Pendidikan beserta Kode Kualifikasi Pendidikan dan Jabatan yang dilamar beserta Kode Jabatan Yang Dilamar serta Unit Kerja beserta Kode Unit Kerja yang dilamar, dinyatakan gugur dalam Seleksi Administrasi.

V. TAHAPAN DAN PELAKSANAAN SELEKSI
A. UNTUK LULUSAN S-1, D-III DAN SMU/SMK NON RESCUER
1. Seleksi dilaksanakan dengan sistem gugur melalui tahapan sebagai berikut:
a. Hasil seleksi administrasi direncanakan akan diumumkan pada tanggal 11 Oktober 2010, dan dapat dilihat pada papan pengumuman atau melalui media lain yang ditetapkan oleh masing-masing Kantor SAR.
b. Pelamar yang lulus Seleksi Administrasi akan diberikan Tanda Peserta Seleksi Tertulis yang direncanakan akan dibagikan pada tanggal 13 s/d 15 Oktober 2010;
c. Tempat pengambilan Tanda Peserta Seleksi Tertulis bagi lulusan S-1 dan D-III yang melamar untuk mengisi Formasi pada Kantor Pusat Badan SAR Nasional akan ditetapkan oleh panitia dan diumumkan melalui papan pengumuman pada Kantor SAR Jakarta, dan/atau www.basarnas.go.id. Adapun bagi lulusan S-1, D-III dan SMU/SMK non rescuer yang melamar untuk mengisi Formasi pada Kantor SAR, tempat pengambilan Tanda Peserta
Seleksi Tertulis dilakukan pada masing-masing Kantor SAR tempat mendaftar;
Catatan :
Pada saat pengambilan Tanda Peserta Seleksi Tertulis pelamar wajib datang sendiri dan tidak dapat diwakilkan serta diwajibkan membawa identitas diri (KTP/SIM/Paspor atau sejenisnya yang masih berlaku) dan pas foto berwarna terbaru dengan latar belakang berwarna merah (bagi S-2/S-1) atau berwarna biru (bagi D-III dan SMU/SMK) ukuran 3 x 4 sebanyak 4 (empat) lembar dengan mencantumkan nama dan jabatan yang dilamar di balik pas foto;
d. Seleksi Tertulis, terdiri dari TES KOMPETENSI DASAR (TKD), yang meliputi Tes Pengetahuan Umum (TPU), Tes Bakat Skolastik (TBS) dan Tes Skala Kematangan (TSK) serta TES KOMPETENSI BIDANG (TKB), berupa Tes Substansi (TS) mengenai Badan SAR
Nasional yang direncanakan akan dilaksanakan padatanggal 27 Oktober 2010;
e. Seleksi Keahlian dan Keterampilan (wawancara), bagi peserta yang dinyatakan Lulus Seleksi Tertulis Tingkat Sarjana (S-1) direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 10 November 2010, dengan lokasi akan diumumkan kemudian.
2. Nama Peserta yang dinyatakan lulus pada tiap tahapan seleksi akan diumumkan melalui papan-papan pengumuman pada masing-masing Kantor SAR dan/atau WEBSITE BASARNAS dengan alamat www.basarnas.go.id.

B. UNTUK LULUSAN SMK/SMU YANG MELAMAR SEBAGAI RESCUER
Seleksi dilaksanakan dengan sistem gugur melalui tahapan sebagai berikut:
1. Hasil seleksi administrasi direncanakan akan diumumkan pada lokasi Kantor SAR tempat pendaftaran pada tanggal 11 Oktober 2010.
2. Pelamar yang lulus Seleksi Administrasi akan diberikan Tanda Peserta Seleksi Fisik yang direncanakan akan dibagikan pada tanggal 12 s/d 14 Oktober 2010 dengan bertempat pada Lokasi Kantor SAR yang dilamar.
Catatan :
Pada saat pengambilan Tanda Peserta Seleksi Fisik, pelamar wajib datang sendiri dan tidak dapat diwakilkan serta diwajibkan membawa identitas diri (KTP/SIM/Paspor atau sejenisnya yang masih berlaku) dan pas foto berwarna terbaru dengan latar belakang berwarna biru ukuran 3 x 4 sebanyak 1 (satu) lembar dengan mencantumkan nama dan jabatan yang dilamar di balik pas foto.
3. Pelaksanaan Seleksi Fisik dan Test Kesehatan Dasar akan dilaksanakan pada tanggal 15 s/d 18 Oktober 2010 dengan sistem gugur yang meliputi:
a. Pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan;
b. Pemeriksaan postur tubuh, yang mencakup Kepala/ muka termasuk panca indera, bahu, tulang belakang/punggung, dada, perut, panggul, lengan, tangan dan jari, tungkai bawah, dan telapak kaki dan jari,
c. Pengamatan tipe tubuh, sikap dan gerak tubuh;
d. Pemeriksaan kesehatan, yang meliputi kesehatan jantung, mata/penglihatan, dan paru-paru;
e. Kemampuan lari;
f. Kemampuan pull ups;
g. Kemampuan push ups;
h. Kemampuan sit ups;
i. Kemampuan shuttle runs;
j. Kemampuan renang;
k. Test Phobia ketinggian.
4. Pelamar yang lulus Seleksi Fisik dan Test Kesehatan Dasar direncanakan akan diumumkan pada tanggal 20 Oktober 2010 di masing-masing lokasi Kantor SAR yang dilamar.
5. Pelamar yang lulus Seleksi Fisik dan Test Kesehatan Dasar akan diberikan Tanda Peserta Seleksi Tertulis yang direncanakan akan dibagikan pada tanggal 20 s/d 22 Oktober 2010 dengan bertempat pada masing-masing Kantor SAR.
6. Pelamar yang lolos Seleksi Fisik dan Test Kesehatan Dasar, berhak mengikuti Seleksi Tertulis yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2010 berupa TEST KOMPETENSI DASAR (TKD), yang meliputi Test Pengetahuan Umum (TPU), Test Bakat Skolastik (TBS) dan Test Skala Kematangan (TSK).
VI. PENGUMUMAN AKHIR PELAMAR S-1, D-III, SMK/SMU YANG
DINYATAKAN LULUS DAN DITERIMA SEBAGAI CPNS BADAN SAR
NASIONAL DIRENCANAKAN AKAN DILAKSANAKAN PADA
TANGGAL 20 November 2010 MELALUI WEBSITE
www.basarnas.go.id serta papan pengumuman pada Kantor SAR.

VII. KEWAJIBAN PENYAMPAIAN KELENGKAPAN ADMINISTRASI BAGI PELAMAR YANG DINYATAKAN LULUS AKHIR DAN DITERIMA SEBAGAI CPNS BADAN SAR NASIONAL
Pelamar yang dinyatakan lulus akhir dan diterima sebagai CPNS Badan SAR Nasional selambat-lambatnya pada tanggal 27 November 2010 wajib menyerahkan kelengkapan administrasi untuk proses pengangkatan sebagai CPNS, berupa:
1. Surat lamaran yang ditulis tangan dengan huruf balok oleh yang bersangkutan dengan tinta hitam serta mencantumkan kualifikasi pendidikan beserta kode pendidikan dan jabatan yang dilamar beserta kode jabatan, dan dibubuhi materai Rp. 6.000,-- yang ditujukan kepada Kepala Badan SAR Nasional u.p Panitia Pengadaan CPNS Badan SAR Nasional Formasi Tahun Anggaran 2010 di Jakarta.
2. Salinan / Foto Copy Ijazah yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang dan Transkrip Nilai. (PERHATIAN: Surat Keterangan Lulus Sementara tidak berlaku)
3. Fotokopi Surat Keterangan Pengalaman Kerja bagi yang sebelumnya telah memiliki pengalaman kerja.
4. Daftar Riwayat Hidup.
5. Pas Foto berwarna terbaru berlatar belakang warna merah (bagi pelamar S-1) dan berlatar belakang warna biru (bagi pelamar SMK/SMU Plus) ukuran 3 x 4 sebanyak 10 (sepuluh) lembar dengan mencantumkan nama dan jabatan yang dilamar dibalik pas foto.
6. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
7. Surat Keterangan Sehat dari Dokter pemerintah dan hasil check-up kesehatan yang biayanya ditanggung sendiri oleh pelamar, yang meliputi :
1) Pemeriksaan Fisik Umum;
2) Laboratorium:
(a) Darah Lengkap:
- HB
- Eritrosit
- Hematokrit
- Lekosit
- Trombosit
- LED
- Diffo Count
(b) Kimia Darah:
- Faal Hati : SGOT, SGPT
- Faal Ginjal : Bun, Kreatinin, Asam Urat
- Analisa Lemak : Kolesterol Total, Tricliserida, HDL,
LPL
- Diabetes : GDS
(c) Urine Lengkap
3) Radiologi:
- Foto Thorax
4) Tidak buta warna.

8. Surat Keterangan Tidak Mengkonsumsi / Menggunakan Narkotika / Psikotropika, dan zat adiktif lainnya dari dokter pemerintah yang berwenang.
9. Kartu Pencari Kerja yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh Instansi yang bertanggungjawab di bidang Ketenagakerjaan.
10. Khusus pelamar SMK/SMU sebagai Rescuer menyerahkan Foto copy Sertifikat Renang dengan terlebih dahulu menunjukkan aslinya.
11. Surat Pernyataan Bersedia Tidak Pindah ke Unit Kerja / Instansi Lain, minimal 5 (lima) tahun sejak masa Pengangkatan CPNS ditulis tangan dengan huruf balok oleh yang bersangkutan dengan tinta hitam dan dibubuhi materai Rp. 6.000,00.
12. Surat Pernyataan Bersedia mengganti biaya yang telah dikeluarkan oleh Badan SAR Nasional apabila setelah diterima sebagai CPNS Badan SAR Nasional mengundurkan diri.
13. Surat Pernyataan bersedia untuk mengikuti Diklat Dasar SAR dan mematuhi segala ketentuan yang terkait dengan penyelenggaraan Diklat Dasar SAR.
VIII. KETENTUAN LAIN-LAIN
1. Surat Lamaran yang dikirim kepada Badan SAR Nasional sebelum adanya pengumuman ini dinyatakan dan dianggap tidak berlaku.
2. Panitia tidak melayani lamaran yang diserahkan secara langsung selain melalui PO BOX yang telah ditentukan.
3. Dalam seleksi pengadaan CPNS Badan SAR Nasional Formasi Tahun Anggaran 2010, pelamar tidak dipungut biaya apapun.
4. Panitia tidak bertanggung jawab terhadap segala pungutan yang dibebankan kepada para pelamar yang mengatasnamakan panitia.
5. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus hingga tahapan terakhir seleksi atau yang pemberkasannya telah diproses untuk penetapan NIP di BKN, atau telah menjadi CPNS Badan SAR Nasional tetapi tiba tiba mengundurkan diri diwajibkan mengganti biaya yang telah dikeluarkan oleh Badan SAR Nasional sebesar Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) secara tunai, untuk disetorkan ke Kas Negara.
6. Pelamar diwajibkan proaktif untuk memantau informasi lanjutan mengenai pengadaan CPNS Badan SAR Nasional Tahun Anggaran 2010 ini melalui informasi resmi yaitu website
dengan alamat www.basarnas.go.id serta papan pengumuman yang ditunjuk pada lokasi Kantor SAR, sehingga apabila terjadi kelalaian pelamar tidak mengikuti perkembangan pelaksanaan pengadaan CPNS Badan SAR Nasional Tahun 2010, maka menjadi tanggung jawab pelamar dan Panitia Pengadaan CPNS Badan SAR Nasional tidak bertanggungjawab atas kelalaian pelamar dimaksud.
7. Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.
8. Panitia tidak melayani pelamar baik secara langsung maupun telepon atapun melalui surat menyurat di luar melalui PO BOX yang telah ditentukan.

Jakarta, 20 September 2010
SEKRETARIS UTAMA SELAKU KETUA PANITIA PENGADAAN
CPNS BADAN SAR NASIONAL FORMASI TAHUN 2010

ttd

Drs. MAX RULAND B, M.M, M.Sc
Pembina Utama (IV/e)


INFO LEBIH LENGKAP KLIK  http://www.basarnas.go.id/



Sumber : www.basarnas.go.id



Jumat, 24 September 2010

El Tari Cup 2010 = Tahan PS Maritim, SBD Buka Peluang Lolos

Kesebelasan Persedaya Sumba Barat Daya (SBD) membuka peluang lolos ke babak perempatfinal kejuaraan sepakbola El Tari Memorial Cup setelah menahan imbang PS Maritim Manggarai Timur 0-0 di Stadion Oepoi Kupang, Selasa (21/9/2010) petang.

Dengan hasil itu, Persedaya mengoleksi empat poin, sedangkan PS Maritim baru mengumpulkan dua poin.  Persedaya Sumba Barat Daya kini memimpin Grup B didusul PS Maritim. SBD menyisakan satu pertandingan melawan Persena Nagekeo

Klasemen Sementara Grup B
Persedaya                 2   1   1  0   1   0   4
PS Maritim               2   0   2  0   1   1  2
Persena Nagekeo     1   0   1  0   1   1   1
Persesba                  1   0   0  1   0   1   0
* Dua tim teratas lolos ke perempatfinal





Sumber : Pos Kupang

Pembakar Rumah Warga Dila Tanah masih Diburu

Polres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Kamis (23/9) masih memburu pelaku pembakaran 16 rumah penduduk Desa Dila Tanah, Kecamatan Loli yang dibakar Rabu (22/9) dini hari. Pengejaran terhadap pelaku melibatkan aparat keamanan dari Polres Sumba Barat Daya. Pasalnya, pelaku pembakaran tersebut sudah diketahui berasal dari Desa Tema Tanah, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dua wilayah desa ini hanya dipisahkan oleh sebuah kali kecil.

Pembakaran rumah itu terjadi dalam perang tanding antardua desa menyusul hilangnya dua ternak milik warga Desa Dila Tanah. Warga setempat menuduh pelaku pencurian ternak tersebut berasal dari Desa Tema Tanah.

Meski tuduhan itu belum terbukti, mereka menyerang warga Desa Tema Tanah menggunakan panah, tombak, dan parang. Peristiwa itu cepat diantisipasi aparat keamanan dari Polri dan TNI sehingga tidak ada korban jiwa.  Aparat keamanan juga berhasil mencegah warga Desa Tema Tanah menyeberang ke Desa Dila Tanah untuk mencari para penyerang.

Bupati Sumba Barat Jubilate Pieter  Pandango mengatakan penyerangan terjadi karena warga Desa Dila Tanah menemukan jejak kaki dua ternak itu menuju wilayah Desa Tema Tanah. Sementara itu aparat keamanan masih berjaga-jaga di perbatasan dua desa tersebut untuk mengantisipasi terjadinya serangan susulan. Namun, sampai Kamis pagi, keamanan berangsur kondusif.

Menurut Pandango, sesuai laporan yang diterima, polisi sudah mengantongi tersangka pembakaran rumah dan mulai melakukan pengejaran. Hanya saja, belum ada laporan pelaku yang tertangkap. Polisi juga minta pelaku segera menyerahkan diri. Dia mengimbau warga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa dan membantu aparat keamanan untuk menangkap para pelaku. Semua warga juga diminta menahan diri dan menyerahkan penanganan kepada polisi.

Sementara itu, warga yang rumahnya terbakar, ditampung di rumah kerabat dan warga desa setempat yang rumahnya tidak dibakar. Dinas Sosial setempat juga mulai mengirim tenda, pakaian bekas, dan makanan siap saji untuk diserahkan kepada korban


Sumber : NTT Online

Aparat Buru Pelaku Pembakaran Belasan Rumah

Aparat Kepolisian Resor Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembakaran 16 rumah penduduk Desa Dila Tanah, Kecamatan Loli, Nusa Tenggara Timur.

Pengejaran pelaku pembakaran ini melibatkan aparat keamanan dari Polres Sumba Barat Daya, karena pelaku pembakaran sudah diketahui berasal dari Desa Tema Tanah, Kecamatan Wewewa Timur, Sumba Barat Daya.

Pembakaran rumah belasan rumah tersebut terjadi saat perang antardua desa, Rabu (22/9), menyusul hilangnya dua ternak milik warga Desa Dila Tanah. Warga setempat menuduh pelaku pencurian ternak tersebut berasal dari Desa Tema Tanah.


Bupati Sumba Barat Jubilate Pieter Pandango mengatakan, sesuai laporan yang diterima, polisi sudah mengantongi nama tersangka pembakaran rumah dan saat ini sedang dilakukan pengejaran. Namun, belum ada laporan pelaku yang tertangkap. "Polisi sudah sudah minta pelaku segera menyerahkan diri," kata  Pandango, Kamis (23/9).
Dia mengimbau warga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa dan membantu aparat keamanan untuk menangkap para pelaku. "Semua warga harus bisa menahan diri dan menyerahkan penanganan kepada polisi," katanya.

Warga yang rumahnya terbakar untuk sementara ditampung di rumah kerabat dan warga desa setempat yang rumahnya tidak dibakar. Dinas Sosial setempat juga mulai mengirim tenda, pakaian bekas, dan makanan siap saji untuk diserahkan kepada korban.


Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor  Sumba Barat Ajun Komisaris Besar Yayat Jatmika belum berhasil dihubungi. 

Sumber : TEMPO Interaktif

Bupati Sumbar Serahkan ke Polisi

BUPATI  Kabupaten Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, bersama Kapolres Sumba Barat, AKBP Yayat Jatnika, Dandim 1613 Sumba Barat, Letkol Ade Ikhwan, Kajari Waikabubak, Ketua PN Waikabubak, anggota DPRD Sumba Barat  dan sejumlah pejabat lainnya, mengunjungi lokasi kejadian, Rabu (22/9/2010) sekitar pukul 11.15 Wita.

Bupati Pandango meminta agar warga tetap tenang, tak perlu terpancing, tetap kepala dingin dan mempercayakan sepenuhnya penanganan persoalan kepada aparat kepolisian. "Biarlah aparat kepolisian yang menyelidiki, menangkap dan memroses para pelaku sesuai ketentuan perundangan. Percayalah, polisi pasti menangkap para pelaku karena mereka ahlinya," kata  Pandango.

Bupati  Pandango juga mengimbau agar warga tidak cepat percaya dengan berbagai isu menyesatkan yang hanya memanas-manasi keadaan. "Jangan percaya dengan omongan orang yang menjadi pahlawan kesiangan. Mereka itu hanya provokator. Karenanya serahkan persoalan ini sepenuhnya kepada pemerintah dan aparat kepolisian untuk menyelidiki, menangkap dan memproses sesuai ketentuan hukum berlaku," tegas Pandango yang barusan dilantik, Selasa (21/9/2010).

Di hadapan ratusan warga, Bupati Pandango mengatakan, persoalan yang menimpa warga menjadi tanggung jawab pemerintah. Karena itu semua korban kebakaran menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah akan segera menurunkan bantuan berupa beras, selimut, peralatan dapur dan lainnya.

Kepada para korban, Bupati Pandango juga berjanji akan bertemu dengan Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, yang pada saat bersamaan sedang menenangkan warganya di seberang. Mestinya kemarin siang, kedua kepala daerah bertemu mencari jalan keluar mengatasi kasus itu. Pertemuan batal dilaksanakan karena hujan lebat.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Yayat Jatnika, di hadapan ratusan warga korban kebakaran mengatakan,  pihaknya sejak Selasa malam telah menerjunkan aparat kepolisian ke lokasi kejadian sesaat setelah kejadian. Beberapa warga juga telah dimintai keterangan. Semua nama-nama yang diduga sebagai pelaku pembakaran 16 rumah warga telah dikantonginya.  Karena itu, Kapolres mengimbau agar semua masyarakat tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini  ke polisi.

Dandim 1613 Sumba Barat, Letkol Ade Ikhwan, juga meminta warga tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian kasus ini kepada pemerintah dan polisi


Sumber : http://www.pos-kupang.com/read/artikel/52995/regionalntt/humbalorata/2010/9/23/bupati-sumbar-serahkan-ke-polisi

16 Rumah di Loli Dibakar

Bupati Sumba Barat, JP Pandango (tengah), didampingi Kapolres dan Dandim Sumba Barat, Rabu (22/9/2010) pagi, memberikan pengarahan agar warga tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian kasus pembakaran rumah kepada polisi.

















































Sebanyak 16 rumah milik warga Kampung Loko Duka, Desa Dila Tanah, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Rabu (22/9/2010) sekitar pukul 01.00 dinihari, dibakar sekelompok warga tak dikenal. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi semua rumah yang dibakar hangus dan rata tanah.

Kasus ini terjadi belum sehari setelah pelantikan Bupati-Wakil Bupati Sumba Barat, Selasa (21/9/2010) pagi. Informasi yang diperoleh Pos Kupang menyebutkan, para pelaku diduga berasal dari Desa Tema Tanah, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya. Desa Dila Tanah masih bertetangga dengan Desa Tema Tanah. Meski berbeda kabupaten, tetapi kedua desa ini cuma dipisahkan kali, jarak antara kedua desa kurang lebih satu kilometer.

Menurut informasi yang dihimpun, pemicu kejadian ini diduga perampokan kerbau milik masyarakat Desa Tema Tanah. Dalam pencarian, warga Tema Tanah menemukan jejak kaki kerbau ke arah permukiman warga Desa Dila Tanah. Arah jejak kaki kerbau ini membuat warga Desa Tema Tanah mengira pencuri kerbau adalah warga Desa Dila Tanah.

Seingo Lede dan Ama Loru, dua warga korban kebakaran di lokasi kejadian, kemarin pagi, menuturkan, mereka sama sekali tidak menduga aksi pembakaran rumah mereka. Sebelumnya, kata keduanya, warga Kampung Loko Duka sama sekali tidak mendengar rencana atau melihat gelagat akan terjadi kasus kekerasan itu.

Warga kampung ini, tutur Seingo dan Ama Loru, bahkan tidak mendengar apa-apa tentang kerbau yang hilang. Selama ini mereka selalu hidup baik-baik saja. Tidak ada persoalan besar yang mengkhawatirkan.

Tak dinyana, kata Seingo dan Ama Loru, Rabu dinihari, sekitar pukul 01.00 Wita, muncul ratusan orang dari arah barat yang langsung membakar rumah milik warga di sekitar perbatasan itu. Semua barang ludes terbakar. Warga korban tidak bisa menyelamatkan barang-barang karena kejadiannya secara tiba-tiba. Meski demikian, mereka bersyukur kejadian tidak menimbulkan korban jiwa. Semua warga selamat dari amukan sekelompok warga tak dikenal tersebut.

Seingo dan Ama Loru mengatakan, untuk menjaga keselamatan, semua warga di perbatasan mengungsi kecuali para pria yang terus berjaga-jaga di lokasi kejadian guna mencegah aksi susulan. Mereka berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku dan diproses sesuai peraturan hukum yang berlaku.

Di hadapan Bupati Sumba Barat, JP Pandango, Kapolres Sumba Barat, AKBP Yayat Jatnika, Dandim 1613 Sumba Barat, Letkol Ade Ikhwan, dan sejumlah pejabat lainnya yang mendatangi lokasi kejadian, Rabu (22/9/2010) sekitar pukul 11.15 Wita, Ama Loru menuturkan kejadian yang menakutkan itu.

Dia mengatakan, Rabu dinihari itu, datang Jefri, seorang warga dari Desa Tema Tanah, yang memintanya segera keluar menyelamatkan diri karena rumahnya mau diserang. Jefri mengatakan, sudah banyak orang dari belakangnya yang datang hendak membakar rumah miliknya dan warga sekitar. Ama Loru sempat menanyakan alasan rumahnya hendak dibakar. Jefri mengatakan, warga tetangga itu menemukan jejak kaki kerbau hilang menuju arah Kampung Loko Duka.

Jefri mendesak Ama Loru segera keluar menyelamatkan diri, anak-anak dan istri. Tanpa berpikir panjang, tutur Ama Loru, ia bersama anak-anak dan istri lari ke belakang menuju hutan menyelamatkan diri. Tak lama kemudian, rumah miliknya langsung dibakar puluhan orang. "Saya tidak bisa melihat langsung pelaku pembakaran rumah karena takut, gelap dan berjauhan," tutur Ama Loru.

Seperti disaksikan Pos Kupang di lokasi kejadian, Rabu pagi, ada dua titik pembakaran. Di lokasi pertama terdapat 11 rumah warga yang dibakar. Sedangkan tiga unit rumah lainnya selamat. Selanjutnya di lokasi kedua yang terpaut sekitar 200 meter, ada 5 rumah yang dibakar. Sekitar 2-3 rumah selamat.

Semua korban mengungsi menyelamatkan diri. Sementara ratusan orang bersenjata parang, tombak, panah dan batu berkumpul di lokasi kejadian, siap berperang.

Kedua kelompok warga berbeda kabupaten ini siap berhadap-hadapan. Jaraknya sekitar 700-800 meter dan terpisahkan sungai. Namun, berkat kesigapan aparat kepolisian Polres Sumba Barat, anggota Kodim 1613 Sumba Barat, Satpol PP dan tokoh masyarakat, situasi bisa dikendalikan dan bentrokan bisa dicegah.

Sementara itu suasana Kota Waikabubak, Ibu kota Kabupaten Sumba Barat sedikit terganggu. Sebagian sekolah memilih memulangkan anak-anai sekolah lebih awal. Bahkan untuk menenangkan keadaan staf Dishub dan Komunikasi Sumba Barat keliling kota menenangkan warga dan meminta warga tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Secara umum kondisi keamanan Kota Waikabubak relatif stabil.


Sumber berita & Foto : http://www.pos-kupang.com/read/artikel/52994/regionalntt/humbalorata/2010/9/23/16-rumah-di-loli-dibakar

Perang di Sumba, Belasan Rumah Terbakar

Sejumlah warga Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, terlibat perang dengan warga Kecamatan Weweya Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, kemarin. "Perang ini dipicu hilangnya seekor sapi dan kerbau milik warga Weweya," kata Kepala Kepolisian Resor Sumba Barat Ajun Komisaris Besar Yayat Jatmika ketika dihubungi Tempo kemarin. 

Akibat perang tersebut, sedikitnya 16 rumah warga di Kecamatan Loli ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. 

Yayat mengatakan pembakaran itu terjadi ketika sekelompok warga Weweya Selatan mencari seekor sapi dan kerbau yang hilang ke Kampung Loli, yang dibatasi dengan sungai.
Selain itu, Yayat menduga, peristiwa tersebut terjadi karena dendam lama di antara warga kedua daerah yang berada di perbatasan kabupaten itu. Pada 1998, kedua daerah tersebut pernah terlibat perang tanding yang menyebabkan ratusan rumah dibakar. 

Pembakaran belasan rumah itu, dia melanjutkan, diduga dilakukan sekelompok orang yang telah diskenario untuk memicu konflik kedua wilayah tersebut. "Saat pencarian terjadi, sekelompok orang langsung membakar rumah warga di daerah tersebut. Saya menduga ada pihak ketiga yang sengaja membakar rumah milik warga," kata Yayat. 

Dia mengatakan pihaknya telah memanggil kedua pihak yang bertikai untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. "Kedua pihak sepakat menggantikan rumah yang dibakar dan hewan yang hilang," ujar Yayat. 

Dia menambahkan, situasi keamanan di wilayah konflik mulai kondusif, namun pihaknya masih menyiagakan satu peleton Brigade Mobil dan Pengendalian Masyarakat dibantu Satuan Polisi Pamong Praja serta TNI untuk pengamanan di daerah itu. 

Bupati Sumba Barat Jubilate Pieter Pandango dan Bupati Sumba Barat Daya Kornelis Kodi Mete juga menggelar pertemuan untuk menyelesaikan konflik tersebut

Sumber : http://www.korantempo.com

Kamis, 16 September 2010

KONDISI JALAN DI NTT MASIH RUSAK AKIBAT KURANG DANA PEMELIHARAAN

KONDISI JALAN YANG ADA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DARI 1734 KILOMETER LEBIH TERDAPAT 30 PERSEN KONDISI JALAN YANG CUKUP BAIK DAN 40 PERSEN LEBIH KONDISI JALAN DALAM KEADAAN RUSAK. HAL  INI DIKARENAKAN KETERBATASAN ANGGARAN YANG DIBERIKAN PEMERINTAH PUSAT UNTUK PEMELIHARAAN JALAN DAN KERUSAKANNYA SEHINGGA ANGGARAN INI TIDAK CUKUP.  

TAHUN INI ANGGARAN YANG DIDAPAT PEMERINTAH NUSA TENGGARA TIMUR HANYA MENCAPAI 100 MILIAR RUPIAH LEBIH YAITU UNTUK PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN RUAS JALAN PROVINS  BAIK ITU JALAN NEGARA SECARA RUTIN, MAUPUN PEMELIHARAN SECARA BERKALA. SEMENTARA UNTUK PENINGKATAN, DINAS PEKERJAAN UMUM (PU) HANYA MAMPU MEMBANGUN 40 KILOMETER PERTAHUN SEHINGGA PERUBAHANNYA SANGAT SEDIKIT. HAL INI DIKATAKAN KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM  PROVINSI NTT ANDRE KOREH. ANDRE MENGUNGKAPKAN, KETERBATASAN ANGGARAN TERSEBUT MEMPENGARUHI INTERVENSI DALAM PROGRAM YANG DIBUAT OLEH PEMERINTAH  SEHINGGA TIDAK TERLALU BERDAMPAK  SIGNIFIKAN TERHADAP PERUBAHAN, TETAPI ADANYA PENINGKATAN WAKTU TEMPUH RATA-RATA YANG LEBIH PENDEK DAN AKSESIBILITAS YANG DULUNYA DAERAH TERISOLIR SAAT INI SUDAH TERBUKA.  LUASNYA PULAU DAN PANJANGNYA JALAN INTERVENSI DARI PROGRAM TERSEBUT  TIDAK MEMBERIKAN DAMPAK YANG TERLALU SIGNIFIKAN TAPI SELALU ADA PERUBAHAN. 

MENYANGKUT PERUBAHAN STATUS JALAN YANG AGAK SULIT ANDRE MENJELASKAN, HAL INI DIKARENAKAN ADA JALAN YANG DIFUNGSIKAN SEBAGAI JALAN LOKAL SEHINGGA JALAN TERSEBUT TIDAK MUNGKIN DINAIKAN STATUSNYA MENJADI JALAN NASIONALL.

ANDRE MENAMBAHKAN, DEMIKIAN JUGA JALAN KABUPATEN TIDAK SERTA MERTA DIALIHKAN STATUS MENJADI JALAN PROVINSI DAN SEBALIKANYA, TERMASUK JALAN PROVINSI DIALIHKAN JADI JALAN NASIONAL, SEBAB SEMUA ITU MEMERLUKAN PENGKAJIAN KESESUAIAN KRITERIA JALAN YANG SUDAH DITETAPKAN DALAM UNDANG-UNDANG TENTANG JALAN, KARENA JALAN KABUPATEN DAN JALAN PROVINSI ADA SK-NYA.

UNTUK ITU JALAN LOKAL TETAP JALAN KABUPATEN, JIKA JALAN TERSEBUT ANTAR KABUPATEN BISA DIJADIKAN JALAN PROVINSI, DAN JIKA JALAN TERSEBUT ANTAR PROVINSI BISA DIJADIKAN JALAN NASIONAL, MAKA YANG DILAKUKAN DINAS PU DALAM MENANGANI SEMUA INFRASTRUKTUR DI NTT LEBIH MENGUTAMAKAN PENDEKATAN ASAS MANFAAT, DIMANA INFRASTRUKTUR YANG DIBANGUN BAGI MASYARAKAT. LANJUT ANDRE

ANDRE MENGAKUI, KEBUTUHAN ANGGARAN UNTUK INFRASTRUKTUR SANGAT BESAR SEMENTARA KEMAMPUAN UNTUK MEMBIAYAI SANGAT TERBATAS, SEHINGGA DALAM SITUASI YANG  TERBATAS  MAKA PRIORITASLAH YANG MENJADI PENDEKATAN  KARENA TIDAK SEKEDAR DIBANGUN TANPA MANFAAT KARNA HAL TERSEBUT ADALAH PEMBOROSAN.  

SELAIN ASAS MANFAAT, JUGA DILAKUKAN ASAS PEMERATAAN. NTT YANG AWALNYA HANYA 12 KABUPATEN/ KOTA, KINI TELAH BERTAMBAH MENJADI 21 KABUPATEN/KOTA, DALAM PERUBAHAN TERSEBUT SETIAP KABUPATEN JUGA MENUNTUT UNTUK DILAYANI BAIK JALAN PROVINSI MAUPUN NASIONAL, SEHINGGA KEBIJAKAN INI YANG TENTUNYA HARUS DICERMAT. DUA ASAS INLAHI YANG DILAKUKAN DINAS PU DALAM MENGATASI MASALAH KETERBATASAN DENGAN ADANYA SEDIKIT PENINGKATAN

Senin, 13 September 2010

Kadula Foto Update

Kurang dari satu bulan lagi tepatnya 10-10-2010 kantor Bupati Sumba Barat Daya yang baru di Kadula akan diresmikan berserta 10 kantor dinas lainnya. Bagaimanakah perkembangan terakhir di Kadula? berikut update foto  yang di jepret tanggal 12 September 2010.

Kantor Bupati Sumba Barat Daya


Kantor Bupati Sumba Barat daya

Kantor Dinas
Salah Satu  Kantor Dinas
Kantor Dinas

Kantor - Kantor Dinas
Gedung DPRD
Jalan 2 arah Menuju Kantor Bupati di kadula

Rabu, 08 September 2010

BERANTAS KEJAHATAN DI SBD DENGAN PENDEKATAN MORAL

Moral merupakan salah satu senjata untuk memberantas Pencurian dan Perampokan, Hal tersebut disampaikan Bupati Sumba Barat Daya, dr.Kornelius Kodi Mete,di hari kedua acara Penyuluhan Pencegahan Praktek Perjudian,Pencurian dan Perampokan bagi Kepala Desa,Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama dan Satuan Perlindungan Masyarakat se-Kabupaten Sumba Barat Daya yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Politik (KesbangLinmas Pol) Kabupaten Sumba Barat Daya yang di laksanakan di Desa Denduka,Kecamatan Wewewa Selatan.

“Pekerjaan mencuri,merampok dan berjudi adalah penyakit masyarakat yang tidak membawa kesejahteraan dan hanya menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan diri sendiri,untuk itu kita coba lakukan pendekatan moral untuk menyadarkan mereka yang bergabung dalam pekerjaan ini" Ujar dr.Kornelius dihadapan 50 (lima puluh) orang perserta penyuluhan dari kalangan Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama,para Kepala Desa dan anggota Linmas se-Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya 

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Camat Wewewa Selatan, Isto Tarru Bani,S.Ip. Di Kecamatan Wewewa Selatan terdapat kurang lebih sekitar 100(seratus) orang yang terdaftar dalam kelompok tidak tertib,kendati jumlah tersebut dianggap cukup tinggi,tetapi kondisi keamanan di wilayah ini, masih cukup kondusif. 

sehubungan dengan hal tersebut, menurut dr. Kornelius, keseratus orang itu harus dikumpulkan untuk diberikan penyadaran dan sekaligus memberitahukan kepada mereka bahwa nama mereka sudah terdaftar sebagai anggota kelompok yang tidak tertib,sehingga dapat bertobat dari pekerjaan tersebut.Apa yang kita lakukan pada saat ini adalah sebuah upaya dengan cara pendekatan moral untuk menyadarkan mereka yang bergabung dalam kelompok yang tidak tertib.Dan kita yang hadir menjadi corong bagi saudara-saudara kita karena mungkin mereka tidak tahu dan tidak menyadari apa yang mereka lakukan itu merugikan masyarakat dan juga diri sendiri.


pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Yakobus Malo Bulu, Bsc mengakui bahwa selam 3 (tiga) tahun Kabupaten Sumba Barat Daya berdiri dan 2 (dua( tahun masa kepemimpinannya dengan dr. Kornelius, berupaya melakukan pendekatan moral untuk menyadarkan saudara-saudara kita yang bergabung dalam kelompok tidak tertib. Kemudian lanjutnya, sangatlah salah bila kita melakukan kekerasan kepada mereka tanpa sosialisasi sebelumnya dan bila pendekatan moral yang kita lakukan tidak di indahkan maka terpaksa kita akan menggunakan cara yang lebih keras,guna menyadarkannya”,ungkapnya tegas. 

Hadir pada acara tersebut,anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah asal Wewewa Selatan dan beberapa pimpinan SKPD lingkup Kabupaten Sumba Barat Daya. 

Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya bersama Kepala Badan Kesbang Linmas Pol, Alex Samba Kodi,SH dan beberapa pimpinan SKPD lainnya melakukan kegiatan yang sama di Kecamatan Kodi Bangedo .



Sumber : HUMAS SBD

Kamis, 02 September 2010

Warga Desa Menne Ate butuh Air Bersih

Kades Menne Ate, Yohanes Bili Lero
Air bersih masih menjadi persoalan di Sumba Barat Daya khususnya bagi warga Desa Mene Ate Kecamatan Wewewa Barat. Sampai dengan hari ini warga desa Menne Ate hanya mengandalkan air bersih dari Penampung Air Hujan (PAH), Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Menne Ate, Yohanes Bili Lero kepada Moripa.net rabu 1 september 2010.

Yohanes mengatakan, pasca musim penhujan warga akan mengkonsumsi air dari PAH tapi jika persediaan air tidak mencukupi maka warga harus mengambil air di mata air weekombaka yang jaraknya lebih dari 5 kilo meter.

Yohanes mengungkapkan, PAH yang saat ini ada di masyarakat merupakan hasil swadaya masyarakat dalam bentuk bak penampungan air tapi sayangnya karna kekurangan dana bak yang dibangun tidak sempurna diantaranya tidak memiliki penutup.

Menurut Yohanes, PAH tanpa penutup tentu akan beresiko bagi kesehatan masyarakat karna mudah sekali terkontaminasi, salah satunya menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk khususnya penyebar penyakit Malaria.

selain PAH hasil swadaya masyarakat ada juga bantuan 5 bak PAH dari  P2DTK (program pengembangan desa tertinggal dan khusus) selain itu ada juga 5 buah WC dari program yang sama.

Yohanes berharap, ada bantuan dari pihak manapun baik pemerintah, LSM maupun NGO untuk bisa merampungkan Bak PAH swadaya masyarakat khususny apenutup bak sehingga Air bersih aman untuk dikonsumsi.

Disinggung mengenai alternatif sumber air di Desa Menne Ate, Yohanes menjelaskan sudah pernah ada survei sumber air yang dilakukan mahasiswa universitas Brawijaya di tahun 2008, dan dari survei tersebut ditemukan sumber air Desa Menne Ate di bawah SD Gollu Uta dan di belakang kampung Omba Kalada. Namun sampai saat ini belum ada program lanjutan dari pihak manapun untuk eksplorasi sumber air tersebut. (snd)

Rabu, 01 September 2010

DEMI PEMBANGUNAN JALAN NEGARA PEKARANGAN WARGA LOURA DIGUSUR

Pemandangan berbeda jika anda memasuki Ibukota Sumba Barat Daya (SBD) karna saat ini sedang dilakukan pelebaran jalan di kecamatan Loura. warga di wilayah Kecamatan Loura khususnya yang mendiami wilayah sepanjang ruas jalan dari Polsek Loura hingga Bandara Tambolaka, serta ruas jalan dari pertigaan Pasar Inpres Tambolaka hingga Pelabuhan Weekelo merelakan sebagian tanah pekarangan rumahnya digusur demi perluasan jalan raya.

Bahkan sebagian rumah dan kios terpaksa dibongkar karena terkena pelebaran jalan. Warga dengan kerelaannya membongkar sendiri dan memindahkan ke tempat yang aman setelah diukur petugas.
awalnya ada warga  keberatan dengan rencana perluasan jalan raya oleh pemerintah dengan menggusur  (pelebaran kiri dan kanan jalan) dengan lebar 2-3 meter. karena, akan mempersempit halaman rumah mereka. Bahkan sebagian rumah milik warga tergusur termasuk kios milik warga harus dikorbankan. Tetapi demi keindahan kota, mereka rela melepaskan sebagian lahan pekarangan.

Meski demikian, warga berharap adanya pengertian baik pemerintah, terutama kontraktor pelaksana PT Bumi Indah agar  mempertimbangkan secara kemanusiaan dengan membantu  memperbaiki kembali bangunan milik warga yang rusak akibat digusur.
Warga tidak mempersoalkan besaran biaya ganti rugi karena semua ini demi mendukung pembangunan di kabupaten baru ini. Namun warga berharap  pemerintah pusat, dalam hal ini Satker Preservasi Jalan dan Jembatan NTT melalui PPK Seksi Preservasi Sumba Barat memahami dan memperhatikan kesulitan yang dihadapi warga ketika membenahi pekarangan rumah atau kios milik warga yang tergusur

Pekerjaan pemeliharaan berkala jalan tahun 2010 hampir rampung dan kemungkinan PHO dilakukan bulan September mendatang.  hal tersebut disampaikan PPK Preservasi Seksi Sumba Barat, Herman Koreh.
Pekerjaan berkala ini dikerjakan sejumlah mitra kontraktor, antara lain PT Bumi Indah, PT Sahabat Baru Sejahtera (SBS) dari Waikabubak-Sumbar, dan PT Mitra dari Waingapu Sumtim. Pekerjaan ini sudah dimonitoring tim BPJN Wil VIII, Ir.Yantje de Rosari, dan Herman Bona.

Sementara Kasatker Pembangunan Jalan dan Jembatan Sumba, Ir. Alyah Sirat, MT, mengaku pembangunan jalan 2 paket yang ditanganinya pun sudah selesai dihotmix dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim dari BPJN Wil VIII

Sumber Berita : Pos Kupang

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD