Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 26 Agustus 2010

Warga Kadi Pada Tewas

Domi Dappa (50), warga Kampung Kalaki Kambe, Desa Kadipada, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dari kubu Yohanis Dappa Cs, Minggu (15/8/2010) pukul 16.15 wita, tewas terkena lemparan batu yang diduga dilakukan Frans Ngongo Bani dari kubu Petrus Bulu Lede Cs yang berasal dari kampung dan desa  yang sama.

Korban terkena lemparan batu saat kedua kubu bentrok akibat salah paham dalam urusan penyelesaian utang-piutang sebesar Rp 12.500.000  di Kampung Kalaki Kambe, Desa Kadipada, Kecamatan Wewewa Barat.

Sedangkan korban lain dari kubu Petrus Bulu Lede adalah Yohanis Bulu Lede (49) dalam kondisi kritis akibat terkena delapan luka tebasan parang pada tanggal 16 Agustus 2010 pagi.
Saat ini korban sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Selain itu, empat rumah ikut dibakar, yakni rumah milik Petrus  Bulu Lede, Bili Ngongo dan Mateus Malo Nono dan Frans Ngongo Bani.

Demikian penjelasan Sekretaris Badan Kesbangpol Linmas Kabupaten Sumba Barat Daya, Drs.Yohanis Nongo, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/8/2010). Dia ditemui saat sedang menyusun laporan mengenai kejadian itu untuk disampaikan kepada Bupati  Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete.
Menurutnya, sesaat setelah kejadian tanggal 15 Agustus 2010 sekitar pukul 18.30 wita, dirinya bersama Kepala Kesbangpol Linmas SBD, Alex Samba Kodi, dan sejumlah staf turun ke lokasi kejadian.

"Suasana malam itu cukup panas, namun berkat kesigapan aparat Brimob dan anggota  Polsek Wewewa Barat serta anggota Satpol PP, maka suasana dapat dikendalikan," jelasnya.
Ia menceritakan, persoalan awal murni terkait utang-piutang antara Yohanis Dappa dan Petrus Bulu Lede. Semula Yohanis Dappa meminjamkan uang Rp 1 juta kepada Petrus Bulu Lede dengan bunga 2,5 persen, dan jaminan sebidang tanah ukuran 20 meter x 30 meter.

Selama beberapa tahun Petrus Bulu Lede tidak pernah membayar atau mencicil utang berikut bunganya hingga total utang mencapai Rp 12.500.000.

Beberapa kali Yohanis Dappa mendatangi Petrus Bulu Lede agar membayar utang ataupun mencicil sebagiannya. Sayangnya hal itu tak digubris. Akibatnya, Yohanis Dappa memagari tanah yang menjadi jaminan utang tersebut.

Selanjutnya, Petrus Bulu Lede melaporkan hal itu ke Polsek Wewewa Barat. Namun pihak Polsek tidak bisa menangani karena persoalan itu adalah persoalan perdata sehingga mengalihkan perkara tersebut kepada pihak Kecamatan Wewewa Barat.

Camat Wewewa Barat, Petrus Ngongo Lede, juga menemui jalan buntu dan berencana melimpahkan persoalan itu ke Pengadilan Negeri (PN) Waikabubak agar diproses sesuai hukum  yang berlaku. Namun kedua belah pihak meminta agar masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan. Camat sebagai fasilitator.

Permintaan tersebut diterima camat dan disepakati bersama penyelesaian secara damai di Kampung Kalaki Kambe, Desa Kadi Pada, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten SBD, tanggal 15 Agustus 2010 pukul 15.00 wita.

Namun dalam pembicaraan tersebut, demikian Yohanis Ngongo, tidak secara teknis dibahas persiapan material yang harus dibawa dua belah pihak pada saat urusan perdamaian.
Di sinilah awal mula kejadiannya. Pasalnya, saat itu Petrus Bulu Lede merasa tersinggung karena Yohanis Dappa datang hanya membawa seekor ayam. Sedangkan dia sudah membawa seekor babi besar. Hadir dalam kesempatan itu, Camat Wewewa Barat, Petrus Ngongo Lede, Kapolsek Wewewa Barat dan staf  serta beberapa staf Satpol PP SBD dan tokoh masyarakat, Bili Ngongo.

Melihat persiapan seperti itu, Bili Ngongo selaku tokoh masyarakat marah terhadap Yohanis Dappa karena datang hanya membawa seekor ayam.

Sikap Bili Ngongo justru tidak diterima Yohanis Dappa yang berujung terjadinya keributan. Untuk menghindari bentrokan fisik, camat, kapolsek dan sejumlah pihak melerai perkelahian itu.

Namun di sela-sela upaya itu, tiba-tiba Domi Dappa yang adalah adik dari Yohanis Dappa terkapar terkena lemparan batu yang diduga dilakukan Frans Ngongo Bani, anak dari Ngongo Bili dari kubu Petrus Bulu Lede. Keluarga berusaha melarikan korban ke rumah sakit, namun dalam perjalanan korban meninggal dunia.
Akibatnya sekitar pukul 18.30 wita, kubu Yohanis Dappa cs melakukan penyerangan dan membakar tiga unit rumah, yakni milik Petrus Bulu Lede, Ngongo Bili dan Mateus Mali Nono. Tidak ada korban jiwa karena penghuni lari menyelamatkan diri. Selanjutnya tanggal 16 Agustus 2010 pagi, kubu Yohanis Dappa kembali menyerang yang mengakibatkan Yohanis Bulu Lede alias Ama Dawa kritis setelah mendapat delapan luka tebasan parang dan membakar rumah milik Frans Ngongo Bani.
Untuk mengamankan situasi di TKP, Pemda SBD membangun posko penanganan konflik dengan menempatkan Satpol PP di lokasi kejadian.

Sementara anggota polsek dan Brimob sudah ditarik karena kondisi berangsur kondusif. Meski demikian, pihaknya berharap  aparat polsek segera menangkap para pelaku agar diproses sesuai hukum yang berlaku sekaligus bisa meredam gejolak lebih luas.

Sumber : http://www.pos-kupang.com/read/artikel/51810
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD