Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 07 Juli 2010

DPRD SBD Hutang Makanan Rp 78 Juta

DPRD Sumba Barat Daya (SBD) masih berhutang Rp 78 juta pada Rumah Makan (RM) Richard di Jalan Weetabula, Tambolaka. Sejak tahun 2009 sampai tahun ini, sejumlah pesanan makanan dan minuman di warung ini belum dibayar.

Pemilik RM Richard, Andreas Bili, pada tanggal 24 Juni 2010 sudah melayangkan surat tagihan hutang ke Kepala Sekretariat DPRD SBD, Drs. David Tamo Ama, agar segera membayar tunggakan tersebut.

Selama tahun 2009, hutang di RM tersebut mencapai Rp 38.972.000 dan hutang tahun 2010  Rp 39.191.500. 

Andreas meminta agar hutang dewan itu dibayar sekaligus, tidak dengan cara mencicil sebab pihaknya membutuhkan modal untuk pengembangan usahanya.

"Sudah hampir dua tahun kami menunggu tapi belum juga dibayar. Bagaimana usaha ini bisa berkembang kalau hanya pikul piutang saja sementara kami orang swasta yang butuh modal kerja dan juga butuh dukungan pemerintah," kata Andreas Bili.

Siap Bayar
Sekretarias DPRD SBD, Drs. Tamo Ama yang  dikonfirmasi ke ponselnya, Jumat (25/6/2010) siang, mengataku sudah menerima surat tagihan dari RM Richard dengan nilai tagihan Rp 78.163.500.

"Pokoknya kami siap bayar dan bertanggungjawab atas seluruh hutang yang ada. Tadi pagi saya sudah perintahkan bendahara agar pergi bayar dulu hutang tahun 2010 sebesar Rp 39.191.500. Sedangkan hutang tahun 2009 menunggu pencairan dana tahap berikut," ujarnya.

Dia meminta pengertian baik pemilik rumah makan bahwa pihaknya tidak bisa membayar sekaligus karena pencairan dana dilakukan secara bertahap.
Pemilik rumah makan Richard, Andreas Bili, dalam suratnya  kepada Sekwan SBD yang tembusan diterima
Pos Kupang, Jumat (25/6/2010), merincikan hutang DPRD SBD tersebut. Total hutang Rp 78.163.500 terdiri dari hutang makanan dan minuman selama tahun 2009, sebesar Rp 38.972.000 yakni  bon nasi kotak, aqua dan minuman mizon, dan bon tahun  2010 sebesar Rp 39.191.500,000.

Pihak RM tersebut sudah beberapa kali berusaha menemui bendahara agar membayar hutang yang ada walaupun tidak seluruhnya, namun selalu ditanggapi dengan alasan dana belum cair. Namun informasi yang diterima bahwa biasanya setiap triwulan dana pemerintah cair.

Mama Linda, istri Andreas Bili yang dikonfirmasi, Jumat (25/6/2010), mengatakan, pihaknya sudah dengan susah payah, siang dan malam melayani permintaan konsumsi DPRD SBD berupa nasi kotak, aqua,  minuman ringan mizon.

"Kami selalu memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan. Kami harap usaha ini berjalan lancar dan berkembang. Sayang, dalam perjalanan ternyata piutang menumpuk dan kami terus menagihnya tapi belum juga terbayar. Kita kesulitan modal," ujarnya

Menurut Mama Linda, sebenarnya pihaknya tidak keberatan jika DPRD SBD mau membayar sebagian hutang. "Tadi bendahara datang mau ayar hutang  tahun 2010 Rp 39 juta lebih. Sedangkan hutang tahun 2009 menunggu pencairan dana berikutnya. Bahkan informasi sekwan tidak mau bertanggungjawab terhadap hutang tahun 2009 dan menjadi   tanggungjawab sekwan sebelumnya. Aneh selama 2-3 hari terakhir ini DPRD memesan konsumsi ke rumah makan lain," ujarnya.

Itu berarti, katanya, DPRD SBD ada dana karena masih memesan makanan di warung lain. Dia minta bendahara membayar seluruh hutang tanpa kompromi. "Saya  belum tahu kapan bendahara datang untuk bayar. Sekwan dan jajarannya tidak hargai kami lagi. Padahal sejak dewan berkantor, semua konsumsi dipesan di sini. Bahkan hutang sampai ratusan juta juga kami tetap layani," katanya kesal. 

Sumber : Pos Kupang.com
Comments
1 Comments

1 komentar:

Anonim mengatakan...

slamt pagi moripanet.....kami sebagai mahasiswa sumba barat daya yang berada di kupang yang tergabung dlm wadah (PERMAS-SBD)Kupang sangat mendukung adnya website ini.sdkit apresiasi bwt bpak2 dewan,klau bisa hutangnya ditambah lagi,,krn nanti ada masyarakt kecil yang bayar.....slm..loda weemaringi pada weemalal..(SEKUM PERMAS-SBD)KUPANG

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD