Member Of

Member Of

Like Untuk Bergabung

Rabu, 30 Juni 2010

INO Mahasiswa Asal Loli Sumba Barat bakar diskotek RedboXX Surabaya

= INO Bakar Sofa Redboxx Karena Kecewa =

CHRISTIAN NATALINO HR TODU alias INO (23) mahasiswa sebuah PTS di Surabaya yang menjadi tersangka tunggal kasus pembakaran Redboxx sengaja menyulut api karena simpati pada kawannya yang ditolak bekerja di Redboxx.

Lelaki asal Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, NTT ini ditangkap polisi Senin (28/06), tiga hari setelah kebakaran yang menewaskan 11 orang termasuk seorang bayi yang masih di dalam kandungan. Dia ditangkap di rumah kosnya di Jl. Tenggilis Mejoyo Selatan II.

AKBP ANOM WIBOWO Kasatreskrim Polwiltabes Surabaya dalam jumpa pers di Mapolwiltabes Surabaya, Rabu (30/06) mengatakan saat itu tersangka bersama 8 kawannya datang ke Redboxx dan duduk di sofa lounge nomor 3, persis di titik api.

Dari hasil olah TKP dan analisis forensik kebakaran yang dilakukan Labfor Mabes Polri cabang Surabaya, diketahui api berasal dari meja lounge 3 yang ada di bagian selatan Redboxx. “Dari hasil analisis Labfor itu kemudian kita telusuri siapa yang duduk di sana, akhirnya dari keterangan 23 saksi yang kita dengar keterangannya, mengarah pada satu tersangka,” kata dia.

Tersangka INO, kata ANOM melakukan aksinya seorang diri saat mabuk. Kekecewaannya pada Redboxx karena kawannya SUWANDI ditolak bekerja di tempat hiburan tersebut bertambah setelah permintaan request lagunya pada penyanyi tidak dihiraukan.

“Sebelum keluar Redboxx, dia sengaja meletakkan puntung rokoknya di lantai berkarpet. Tidak hanya itu, dia juga menyulut api menggunakan korek gasnya ke sofa. Setelah itu dia tinggalkan begitu saja,” kata ANOM.

Ditinggalkan oleh INO, api membesar kemudian merembet membakar gorden dan sofa. Api semakin besar setelah kaca jendela sebelah Selatan pecah, memberikan oksigen dan merambatkan api ke bagian Utara.

Akibat kebakaran ini, 11 orang tewas termasuk bayi yang masih dalam kandungan. Diantara korban tewas, ada 2 WNA asal Jepang dan Australia.

Tersangka INO dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 187 dan 188 KUHP, barangsiapa menimbulkan kebakaran dengan sengaja diancam kurungan 12 tahun. Sedangkan kebakaran yang menyebabkan orang lain meninggal dunia diancam hukuman 20 tahun penjara,(edy)

Sumber : suarasurabaya.net(http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=9baf7b033f8a650ae04fa8ba064fc704201078651)


= Dipicu sakit hati, tersangka bakar redboXX =

Christian Natalino HR Todu alias Ino aliasi Oni ,21, nekat membakar pub dan resto redboXX karena dipicu rasa sakit hati. Gara-gara perbuatannya, 11 orang tewas di tempat hiburan malam yang berada di komplek Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya itu.

“Ada dua sebab mengapa tersangka sakit hati sehingga membakar sofa yang berakibat terbakarnya seluruh bangunan redboXX,” kata Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo, kepada wartawan di mapolwiltabes, Jalan Taman Sikatan, Rabu (30/6).

Alasan pertama karena tersangka kecewa. Pengakuan tersangka, dirinya request lagu reggae yang diinginkannya saat dugem namun tidak dikabulkan. Bahkan saat acara minum-minum bersama temannya selesai, lagu pesanannya tidak juga dikabulkan oleh operator. Alasan kedua adalah karena salah satu teman tersangka, Suwandi, yang melamar sebagai karyawan redboXX tidak diterima.

Sambil duduk di sofa, tersangka saat itu menyulut rokok. Usai merokok puntung rokoknya dibuang begitu saja di dekat kakinya. Setelah itu dia mulai menyalakan korek api gas yang dibawanya dan menyulutkan ke sofa. Begitu api mulai menyala, pemuda yang kuliah di Fakultan Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) pun pergi.

Pemuda asal NTT yang indekos di kawasan Tenggilis ini tak menyadari jika apa yang dilakukannya telah menjadi tragedi besar. 11 Orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat perbuatannya.

Tersangka yang sudah diamankan polisi ini dijerat dengan pasal 187 jo 188 KUHP tentang kesengajaan menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir dengan ancaman hukuman seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara.

Sumber : Solo Pos (http://www.solopos.com/2010/channel/nasional/dipicu-sakit-hati-tersangka-bakar-redboxx-28152)

Senin, 14 Juni 2010

DPRD SBD Bahas 15 Ranperda

WAITABULA, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) saat ini lagi sibuk membahas 15 rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang akan dijadikan sebagai landasan bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sehingga  berjalan lebih lancar, lebih efektif dan efisien.

Sidang pemandangan umum terhadap ke-15 ranperda ini dipimpin Wakil Ketua DPRD SBD, Gerson Tanggu Dendo, S.H didampingi Ketua DPRD, Yosep Malo Lende.  Hadir Wakil Bupati SBD, Jack Malo Bulu, dan sejumlah pimpinan SKPD.

Fraksi Gerindra dalam pemandangan umumnya menyatakan, pengajuan ke-15 ranperda yang dibahas dalam persidangan kali ini memiliki latar belakang pertimbangan  yang matang dan tidak sekadar mengejar sisi kuantitas, melainkan mengedepankan aspek kualitas.

Hal itu berarti muatan ke-15 ranperda bukan mengedepankan target nomimal, tapi mempertimbangkan aspek humanis. Artinya, ranperda tersebut tidak mendatangkan persoalan memberatkan masyarakat di kemudian hari.

Fraksi Gerindra yang terdiri dari Ketua, Niko Dangga Limu, S.H, Wakil Ketua, Sulaiman Tari Wungo dan sekretaris, Gabriel Pira, SP, dengan anggota Ngongo Bulu serta Antoneta Kura menyatakan, sebuah ranperda yang akan ditetapkan menjadi perda haruslah yang dimengerti masyarakat dan gampang diterapkan sehingga menjadi pintu masuk bagi semua elemen untuk menjalankan setiap kewajibannya sebagai bagian dari niat mendapatkan haknya.

Sementara Fraksi Gabungan Nurani Peduli Masyarakat melalui Ketua Fraksi, Alex Lede Ngongo, dan Ketua Fraksi Golkar, Heribertus Pemudadi, S.Sos, minta pemerintah hendaknya melakukan sosialisasi intensif dan menyeluruh ke semua wilayah agar masyarakat paham sebelum perda diimplementasikan. 

Ketua F-PDIP, Rudolf Radu Holo, mengingatkan agar perda yang bakal dihasilkan benar-benar diberlakukan dan bukan sekadar memenuhi perpustakaan peraturan pemerintah daerah.
Ketua Fraksi Demokrat, Ngongo Ndeta, dalam pemandangan umum fraksi, menyatakan belum saatnya dilakukan pembahasan ranperda karena belum disosialisasikan kepada masyarakat guna mendapatkan input. Juga, pemerintah belum menyerahkan DPA tahun anggaran 2010 kepada DPRD SBD.

Ketua Fraksi Peduli Rakyat Daerah, Charles Lalo,  menyatakan, terdapat sejumlah kekurangan dan kelemahan dalam usulan draf ke-15 ranperda ini, seperti keberadaan salah satu ranperda tidak bisa berdiri sendiri dan harus didukung peraturan yang lainnya. (pet)

15 Ranperda yang Dibahas

Bangunan gedung
Organisasi kantor pelayanan perizinan terpadu satu pintu
Bentuk dan tata cara penetapan perdes
Kerjasama antar desa/kelurahan
Pembentukan penghapusan dan penggabungan desa
Pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah
Izin usaha perdagangan
Tanda daftar gudang
Wajib daftar perusahaan
Izin usaha jasa konstruksi
Retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum
Retribusi pengujian kendaraan bermotor
Retribusi pelayanan pelabuhan kapal
Retribusi ijin usaha angkutan dan ijin trayek
Retribusi ijin mendirikan bangunan.


Sumber : Pos Kupang

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD