Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 26 Mei 2010

Sumba, Mimpi Pariwisata dan Jadwal Merpati yang Kacau…

 Tulisan : Joko Hendarto

Wilayah timur Indonesia sesungguhnya banyak menyimpan pesona yang belum banyak tergali. Alam yang indah dan masih belum banyak terjamah dapat kita temukan dimana saja. Salah satunya adalah pulau Sumba. Potensi pariwisata di pulau ini sangat luar biasa. Jika anda datang berkunjung maka anda akan menyaksikan pemandangan laut, gunung, padang savana yang indah, belum lagi kultur budaya masyarakat yang eksotik dan masih terjaga.
Saat saya berjalan-jalan ke kampung-kampung pesisir Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, saya dan kawan-kawan kadang terkaget-kaget berjumpa dengan pantai putih yang begitu bersih, disebelahnya ada bukit-bukit karang dimana laut langsung memukul-mukul dasarnya. Saya teringat tanah lot di Bali. Belum lagi ombak besar-besar. Tempat yang sangat cocok untuk olahraga surfing.
Di Lamboya, sebuah tempat di Sumba Barat, ada seorang pengusaha Amerika yang mampu menangkap peluang keindahan Sumba dan menjualnya kepada para pelancong. Nihiwatu Resort, yang kata teman saya sangat mahal. Saya cuma sempat melihatnya dari luar. Bertempat di pinggir pantai ekslusif dengan pasir putih yang langsung menghadap ke laut. Resort berbentuk rumah-rumah tradisonal sumba namun dengan fasilitas yang mewah. Sebuah tempat yang sangat indah untuk berlibur juga melakukan surfing. Dijual melalui internet. Tarifnya pun sangat mahal berkisar antara 5000-10.000 dollar permalam. Dihitung untuk seluruh paket. Pastinya yang datang adalah mereka yang berduit saja. Namun ajaibnya resort itu tak pernah kosong, setiap pekan mereka selalu kedatangan tamu, sebagian besar orang asing.
Sayangnya potensi wisata semacam itu di tempat lain belum dikelola dengan baik. Semuanya masih dibiarkan begitu saja. Bahkan jalan dan juga infrastruktur lain belumlah memadai. Listrik belum merata. Cakupan sinyal masih sangat terbatas sehingga sangat mengganggu dalam persoalan komunikasi. Padahal jika di tata dengan baik, bisa jadi akan banyak tempat seperti Nihiwatu resort di Sumba.
Persoalan lain yang dirasakan mengganggu adalah jadwal penerbangan pesawat ke Sumba melalui Tambolaka di Sumba Barat Daya terkadang tak jelas dan tak menentu. Saat ini telah ada dua maskapai yang melayani penerbangan masuk dan keluar sumba. Merpati dan TransNusa. Transnusa baru saja memulai penerbangannya untuk rute Denpasar-Tambolaka. Sebelumnya dimonopoli merpati. Namun sayangnya pelayanan maskapai merpati sangatlah buruk. Setidaknya seperti pekan ini. Jika tidak di-delay hingga berjam-jam maka yang terjadi adalah pembatalan penerbangan.
Pekan ini saya mengantar tiga orang kawan ke bandara yang harus mencak-mencak karena jadwal penerbangannya di tunda hampir 6 jam. Tadinya dari jam 8 atau jam 9 pagi namun diberangkatkan jam 3 atau jam 4 sore. Kondisi yang tentu saja sangat menyebalkan karena banyak orang kehilangan waktu yang berguna. Kehilangan connecting flightnya ke tempat lain misalnya dari Denpasar ke Jakarta atau ke tempat yang lain. Bahkan harus ada yang mengeluarkan tambahan biaya untuk membeli tiket baru ke tempat lain atau harus bermalam di Bali, yang sebelumnya tak pernah mereka rencanakan. Pesawat yang berangkat dari Denpasar pun, jadwalnya sama jeleknya. Biasanya berangkat jam 1 namun dimajukan hingga berjam-jam, jadilah kita kehilangan pesawat jika kita telah memesan connecting flight dari tempat lain menuju Sumba yang transit di Bali.
Seorang kawan dari Belanda yang harus sampai menginap satu malam lagi di Sumba karena pesawatnya tidak jadi datang mengatakan , “It’s a very bad experience”. Sebuah pencitraan yang buruk karena pastinya kondisi akan membuat orang enggan datang ke Sumba. Berwisata adalah soal kenyamanan. Dan tidak semua orang yang datang punya waktu yang banyak. Banyak dari mereka telah jauh-jauh hari mengatur jadwal kedatangan dan kepulangan sedemikian rupa agar bisa berkunjung ke tempat lain. Kekacauan jadwal penerbangan tentunya akan mendatangkan kondisi tidak nyaman bagi para calon penumpang yang mungkin membuat mereka tak ingin lagi mengunjungi tempat ini.
Selain wisatawan, kondisi ini juga sangat merugikan para pengusaha dan juga orang yang punya kepentingan berbeda ke tempat semacam Sumba. Orang memilih naik pesawat selain kenyamanan juga karena mereka mengejar waktu. Menghabiskan waktu-waktu berjam-jam di bandara, dimana bahkan tidak ada orang yang menjelaskan mengapa keterlambatan itu terjadi sungguh menjengkelkan.
Nampaknya kegiatan pariwisata atau apa pun namanya akan terganggu jika maskapai penerbangan tidak memperbaiki kualitas pelayanan mereka. Minimal jadwal yang lebih pasti lah. Bandara adalah pintu gerbang pertama untuk memasuki tempat ini. Sungguh sayang jika orang tak ingin datang hanya karena maskapai penerbangan seenaknya saja mengubah-ubah jadwal penerbangannya. Mudah-mudahan ke depannya kondisi ini bisa segera diperbaiki.

Sumber Berita : http://sosbud.kompasiana.com/2010/05/06/sumba-mimpi-pariwisata-dan-jadwal-merpati-yang-kacau/
Comments
1 Comments

1 komentar:

Willy Nani Boeloe mengatakan...

Tak dipungkiri bahwa Sumba Barat Daya sedang menuju suatu kondisi sosial yang hampir tak bisa ditebak.
Hal ini tdk perlu terlalu ditakuti, krn menuju suatu perubahan, lambat atau cepat itu pasti terjadi.
yang perlu dan harus segera dilakukan oleh berbagai pihak/elemen masyarakat adalah bersama-sama melakukan berbagai upaya antisipasi agar dampak negatif dari berbagai perkembangan yang sedang dan akan terjadi di masa kini dan masa depan.
Pemerintah SBD dan berbagai elemen masyarakat termasuk kaum muda di SBD harus segera menyikapi situasi perkembangan SBD.
Tidak perlu saling tunggu, siapa yg hrs memulai, harus ada yang segera mulai menggalang kebersamaan tanpa memandang perbedaan latarbelakang, karena hal ini untuk kebutuhan semua warga Sumba Barat Daya.
Pemerintah Daerah SBD sebagai pendamping dlm usaha membangun dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menangkal dampak negatif dari akibat berbagai kemajuan yg terjadi di wilayah SBD.
Jangan tunggu, mulailah sekarang dan teruskan usaha meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat SBD. salam sejahtera.

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD