Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 23 Mei 2010

HUT ke-3 Sumba Barat Daya: Kami Haus

Stadion Mini Galatama-Tambolaka gegap gempita, Sabtu (22/5/2010). Pemerintah dan rakyat Sumba Barat Daya (SBD) mengikuti upacara merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 menjadi daerah otonom. Di balik kesemarakan perayaan itu, ada sesuatu yang mereka minta, "Lihat, bantu, dan jangan tinggalkan kami sendirian. Kami haus."

Adalah Bupati SBD, dr. Kornelis Kodi Mete, yang 'mengudarakan' permintaan itu dari podium kehormatan.

Maklum, peringatan HUT ke-3 SBD, ini dilukiskan istimewa karena dihadiri Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Ny. Lusia Adinda Lebu Raya; Wakil Ketua DPRD NTT, LS Foenay; Danrem 161/Wirasakti, Kolonel (Arh) I Dewa Ketut Siangan; Kepala Dinas PU NTT, Ir. Andre W Koreh; Kepala BKKBN NTT, Drs. Suyono Hadinoto, M.Sc; Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, S.E; Wakil Bupati Lembata, Andreas Nula Liliweri, dan sejumlah pejabat Propinsi NTT.

Di hadapan para petinggi NTT itu, Bupati Kornelis menyebut satu permasalahan krusial yang dialami masyarakat Tambolaka sebagai pusat ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya saat ini adalah air. "Kami baru pada tahap menemukan sumber airnya. Sekitar 12 kilometer dari Tambolaka ini. Selanjutnya kami belum tahu apa yang kami harus lakukan. Bantulah kami dan jangan tinggalkan kami," ujar dr. Kornelis.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, langsung menanggapinya. "Saya membantu air bersih sebagai kado untuk rakyat SBD yang merayakan HUT ke-3. Saya juga baru merayakan HUT ke-50. Air itu juga sebagai kado dari saya untuk SBD. Sesudah upcara ini saya ingin melihat langsung sumber air itu," ujar Lebu Raya disambut tepuk tangan peserta upacara.

Benar, usai upacara yang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 11.30 wita, Gubernur Lebu Raya didampingi Bupati Kornelis Kodi Mete dan para petinggi Propinsi NTT meninjau sumber air We Putimu (air pohon ketimun) di Kampung Pu Uwe, Desa Watulambara, Kecamatan Wewewa Barat.

Di Kampung Pu Uwe, Gubernur Lebu Raya disambut para tokoh adat setempat dan menceritakan keberadaan air We Putimu. Lokasi di sekitar sumber air itu sudah dibersihkan dan di sekitarnya terdapat kebun-kebun masyarakat setempat yang ditanami jagung dan tanaman perdagangan lainnya. Terlihat pula Gubernur Lebu Raya berdiskusi dengan Kadis PU NTT, Ir. Andre W Koreh, perihal hal-hal teknis untuk memanfaatkan sumber air tersebut untuk warga Tambolaka dan sekitarnya.

Tak Boleh Lapar
Dalam pidatonya, Bupati Kornelis Kodi Mete, menggelorakan semangat rakyat SBD untuk menyukseskan program yang dicanangkannya untuk membangun dari desa. "Semangat untuk menjadikan SBD lebih baik dari hari ini ada di hati, otak, dada dan sikap masyarakat, kita sekalian," tegasnya.

Tekad membangun mulai dari desa, kata Bupati Kornelis, untuk mewujudkan desa yang cukup makan, desa yang tertib, tidak mengganggu orang lain. Muaranya hanya satu, rakyat tidak boleh lapar.

Tahun ini, katanya, pemerintah terus mendampingi masyarakat untuk tidak boleh surut memanfaatkan satu hektar lahan menanam kelapa, bawang, lombok, jahe, pisang dan sebagainya.

"Pemerintah akan memberi penghargaan kepada petani-petani yang berhasil. Lahan kita masih luas. Satu hektar untuk jenis-jenis tanaman itu harus kita sukseskan supaya jangan lapar," ajak Kodi Mete.

Mewujudkan misi menanam itu, Bupati Kodi Mete meminta para camat untuk setiap hari berada di desa. "Lapor kepada saya, di desa A hari ini tanam apa, besok tanam apa. Begitu juga di desa lainnya. Maksudnya supaya rakyat jangan lapar," tegas Kodi Mete.

Bupati Kodi Mete juga menjelaskan program lainnya, desa bercahaya. Program ini, katanya, tak hanya bermakna desa terang benderang karena ada listrik, tetapi juga bermakna rohani. Dia menyebut makna rohani dari program desa bercahaya adalah menjadi terang bagi sesama sebagaimana yang tertulis dalam kitab suci.

Bupati Kodi Mete pun membanggakan SBD sebagai daerah potensial di bidang pariwisata, baik wisata budaya, alam maupun bahari. Dia pun meminta rakyat SBD untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi sebaliknya menjadi pelaku dan pioner pariwisata.

Memungkasi upacara, gubernur dan rombongan menikmati suguhan lagu-lagu perjuangan dan atraksi drum band  yang dibawakan  para pelajar sekolah menangah atas Tambolaka. Usai upacara, setelah meninjau sumber mata air di Kampung Pu Uwe, Desa Watulambara, Kecamatan Wewewa Barat, gubernur dan rombongan meninjau kompleks perkantoran baru Pemkab SBD di Kadula. Di kawasan ini dibangun kantor bupati, enam kantor SKPD, kantor DPRD serta kantor-kantor lainnya. Di kawasan yang sama, Pemkab SBD telah menyediakan lahan markas kodim dan polres. (eni)




Apalagi Lima Tahun

* Drs. Frans Lebu Raya (Gubernur NTT)
Otonomi daerah harus dijawab dengan kerja keras. Tidak boleh mengeluh. Rakyat Sumba Barat Daya (SBD) harus tunjukkan bahwa otonomi untuk daerah ini sangat tepat. Ada regulasi, jika suatu daerah otonom tidak berhasil mengembangkan diri, bisa dikembalikan atau bergabung dengan kabupaten induk. SBD bisa kembali bergabung dengan Kabupaten Sumba Barat jika tidak berhasil membangun diri. Ini tidak boleh terjadi. SBD harus tetap SBD, tetap eksis. Jawablah otonom itu dengan kerja keras, tanam lahan yang ada dengan aneka jenis tanam-tanaman. Dunia pendidikan harus juga diperhatikan, menjadi proritas untuk dibangun. Di SBD ini hasil UN (SLTA/STLP) tahun ini cukup baik. Ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Semua komponen harus kerja sama. Bukan hanya tugas guru. Orangtua, guru, siswa dan komponen lainnya harus bekerja sama. Sehati sesuara. (eni)


* Drs. A Umbu Zaza (Sekda SBD)
 Kemajuan mulai tampak. Ini baru tiga tahun. Apalagi kalau lima tahun. Sekitar Oktober 2010 nanti, kami sudah pindah bertugas di kantor yang baru di Kadula. Pembangunan kantor bupati dan enam unit kantor SKPD hampir rampung. Biaya pembangunan kantor bupati kami upayakan seefisien mungkin. Pembangunan gedung kantor-kantor baru itu merupakan satu bukti kerja keras kami selama ini. Hanya rumah jabatan bupati dan wakil bupati yang belum. Kita bangun bertahap. Kami juga minta dukungan pers untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di daerah ini, termasuk hal-hal negatif sekalipun supaya orang- orang yang terlibat di dalamnya bisa jera. Kalau pers tidak memberitakan hal-hal yang menganggu ketentraman masyarakat misalnya, orang-orang atau para pelakunya merasa aman, tidak merasa diri sedang disoroti. Jadi, pers tolong bantu kami juga. (eni)


Ir. Andre W Koreh (Kadis PU NTT)
SBD hebat. Konstruksi kantor bupatinya dan kantor-kantor SKPD-nya mungkin yang terbaik di NTT. Kantor Gubernur NTT saja kalah. Ini buah kerja keras pemerintah dan masyarakat. Lima tahun lagi pasti sudah lain, pasti maju sekali. 


Sumber Berita & Foto: Pos Kupang (Benny Dasman)
 
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD